Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
12 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
12 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
13 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
13 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Kriminal

Gus Imin Dorong Pemerintah Lanjutkan Subsidi Upah

Gus Imin Dorong Pemerintah Lanjutkan Subsidi Upah
Wakil Ketua DPR RI/Ketum PKB, Muhaimin Iskandar alias Gus Imin dalam suatu kesempatan. (foto: dok. ist./pkb)
Jum'at, 09 Juli 2021 11:32 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI koordinator bidang Kesra yang juga Ketum PKB, Muhaimin Iskandar alias Gus Imin, mendorong pemerintah untuk kembali memberi subsidi upah bagi rakyat.

"Saya mendukung dan menganjurkan agar pemerintah melangsir kembali bantuan subsidi upah," kata Gus Imin dalam sebuah pernyataan yang dikutip GoNEWS.co, Jumat (9/7/2021).

Menurut Gus Imin, inovasi dalam penyaluran Bansos (bantuan sosial) seperti bantuan tunai sangat diperlukan, "Terutama kepada kalangan perempuan, mereka yang rentan dan kurang mampu. Kepala rumah tangga perempuan, kaum lansia perempuan, dan anak-anak pekerja atau karyawan yang sedang menganggur atau ter-PHK akibat pandemi Covid-19,".

"Saya menganjurkan ini dimulai kepada 50 juta warga perempuan Indonesia dengan besaran Rp400 ribu per bulan selama Tahun 2021," kata Gus Imin.

Seperti diketahui pemerintah sempat memberi subsidi upah untuk sejumlah pekerja Indonesia. Tapi saat ini, model bansos itu tak lagi digunakan.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Kriminal, Nasional, Ekonomi
wwwwww