Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
11 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
11 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
12 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
12 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
8 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Lingkungan

BPBD Tangsel Apresiasi Swadaya Kavela Cegah Penyebaran Korona

BPBD Tangsel Apresiasi Swadaya Kavela Cegah Penyebaran Korona
Spanduk penutupan akses jalan Kavela Cdn 05/04 selama PPKM Darurat. Warga menyebut, spanduk merupakan sumbangan dari Puskesmas Serpong II. (foto: ist./kavela)
Jum'at, 09 Juli 2021 12:06 WIB
TANGSEL - Kepala BPBD Tangsel, Chaerudin, menyatakan apresiasinya kepada warga Kavela Cdn 05/04 (Kavling Atas, Cendana, RT/RW 05/04) yang telah mengoptimasi swadaya lingkungan dalam upaya turut mencegah penyebaran virus korona.

"Bagus, memang setiap warga harus gotong royong dalam menghadapi wabah pandemi Covid-19. Apalagi di masa PPKM Darurat," kata Chaerudin kepada GoNEWS.co, sebagaimana dikutip Jumat (9/7/2021).

Seperti diketahui, menyambut PPKM Darurat, Kavela Cdn 05/04, Serpong, Tangsel, Banten, telah mendirikan Posko PPKM Darurat lengkap dengan penyemprot otomatis disinfektan. Ini adalah Posko PPKM tingkat RT yang menurut Kemendagri bisa didanai oleh kelurahan.

Alih-alih meminta dukungan anggaran pada kelurahan, para penggerak di Kavela memilih cara swadaya lingkungan untuk mencukupi kebutuhan implementasi PPKM Darurat di wilayah mereka.

Kebutuhan untuk penutupan jalan, pendirian posko, dukungan konsumsi pasien Isoman, mereka cukupi dengan cara swadaya.

Tangsel memang sedang kesulitan anggaran dalam menanggulangi pandemi Covid-19. Setidaknya, ini terlihat dari langkah Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie yang meminta dukungan anggaran kepada Pemprov DKI Jakarta dan Pemprov Banten.

Benyamin tercatat menyurati Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk memohon dukungan anggaran pengaktifan RSU Pondok Aren sebagai tempat isolasi pasien Covid-19, dan meminta bantuan Rp30 miliar untuk RSU Serpong Utara.

Permintaan Tangsel pun ditanggapi oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Achmad. Dasco mengatakan pada Kamis, finishing RSU Pondok Aren seharusnya tidak menjadi sebuah persoalan apabila perencanaan anggaran dari APBD Tangsel diatur dengan perencanaan yang baik dan terukur. Pasalnya, Kota Tangsel sebagai kota penyangga Ibu Kota memiliki APBD yang tidak kecil.

Tapi saling bantu penanganan Covid-19 antara Tangsel dan DKI, menurut Dasco, sah-sah saja dilakukan sepanjang tidak ada aturan yang dilanggar.

"Toh akan bermanfaat juga untuk warga Ibu Kota ketika rumah sakit di Jakarta mengalami over kapasitas," kata Dasco.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Banten, Lingkungan
wwwwww