Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
23 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
16 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
15 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
16 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
16 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
23 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Komisi IX DPR: Vaksinasi Harus Gratis dan Tidak Boleh Diperjualbelikan

Komisi IX DPR: Vaksinasi Harus Gratis dan Tidak Boleh Diperjualbelikan
Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay. (foto: Istimewa)
Minggu, 11 Juli 2021 23:55 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Vaksinasi Covid-19 berbayar akan mulai dilakukan oleh PT Kimia Farma (Persero) Tbk Senin (12/7) besok. Hal ini pun menuai kritikan dari berbagai pihak, salah satunya adalah Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay.

Ia menegaskan, vaksinasi harus gratis dan tidak boleh diperjualbelikan bagi individu. Sebab, dikhawatirkan akan terjadi komersialisasi vaksin.

"Kalau dijual bebas seperti itu, apa nanti malah tidak akan terjadi komersialisasi? Bukankah vaksinasi itu semestinya gratis? Ini yang saya kira perlu diperjelas," tegas Saleh dalam keterangannya yang diterima GoNews.co, Minggu (11/7/2021).

Pemerintah pun didesak untuk menjelaskan keputusan ini. Ia menuturkan bahwa dasar pelaksanaan vaksinasi adalah gratis, artinya setiap orang tidak dipungut biaya untuk divaksin seperti program ini.

Selain itu, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga mempertanyakan, bila benar ada pembelian vaksin secara individual di klinik Kimia Farma, maka banyak pertanyaan muncul.

"Siapa kelak yang akan menjadi vaksinatornya? Siapa pula yang akan memonitor para individu yang telah divaksin itu? Bukankah setiap orang yang divaksin harus terus dievaluasi kondisinya?" tanya Saleh.

Apalagi kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) masih selalu ada. Hal tersebut perlu diawasi dan dimonitor. "Nah, apakah mekanisme pembelian vaksin di Kimia Farma ini juga akan dievaluasi dan diawasi? Bagaimana koordinasinya dengan komnas/komda KIPI?," pungkasnya.***

wwwwww