Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Sepakbola
23 jam yang lalu
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
2
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
Sepakbola
23 jam yang lalu
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
3
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
Sepakbola
23 jam yang lalu
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
4
Darije Kalezic Ungkap Kunci Hentikan Tren Cetak Gol Bhayangkara FC
Sepakbola
24 jam yang lalu
Darije Kalezic Ungkap Kunci Hentikan Tren Cetak Gol Bhayangkara FC
5
Pelatih Borneo FC Soroti Banyak Peluang Terbuang
Sepakbola
23 jam yang lalu
Pelatih Borneo FC Soroti Banyak Peluang Terbuang
6
Madura United FC Raih Tiga Penghargaan Bulan September 2026
Sepakbola
23 jam yang lalu
Madura United FC Raih Tiga Penghargaan Bulan September 2026
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Opung Radja Tetap Komit Jalankan Pembinaan

Opung Radja Tetap Komit Jalankan Pembinaan
Minggu, 11 Juli 2021 16:33 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Opung Radja boleh dibilang sebagai salah satu legenda bolabasket Indonesia. Dalam catatan karirnya, Opung pernah moncer bersama klub Pelita Jaya, Jakarta Utama dan Asaba hingga Aspac.

Mengawali berlatih bersama klub Adion Jakarta, Opung yang berposisi guard ini kemudian ditarik Pelita Jaya pada tahun 1988 untuk bermain pada level tertinggi bolabasket Indonesia saat itu Kobatama. 

Tahun 1989, Opung masuk dalam tim nasional pelajar Indonesia, setahun kemudian dia termasuk dalam tim nasional junior Indonesia sekaligus memulai debut di tim nasional senior. Opung bergabung dengan tim nasional senior hingga tahun 1993. "Di tahun 1993 itu juga saya berhenti dulu karena cedera dan operasi lutut," katanya.

Tahun 1992-1993, Opung bermain untuk klub Jakarta Utama. Di tahun 1993 itu pula dia bergabung dengan Asaba hingga klub ini berganti nama menjadi Aspac. "Saya bergabung dengan Aspac hingga tahun 2000," kenangnya. 

Lama tak bermain, Opung kemudian tampil dalam Kompetisi Kobatama 2004-2005 bersama klub Bogor Jaya, saat itu level kompetisi tertinggi di Indonesia adalah IBL.

Opung kemudian mencoba terjun dalam pembinaan dengan mendirikan klub Radja Tama. Sayang, klub yang membina pemain usia dini ini tak bertahan. 

"Saya tak sanggup, tak ada sponsor. Anak-anak di klub Radja Tama sebagian besar berasal dari keluarga kurang mampu. Saya hanya senang saja membina," cerita Opung.

Dia kini kembali terlibat dalam pembinaan bersama mantan pemain nasional lainnya, Rany Kristiono. "Rany, saya dan beberapa teman membina lewat Basketball Skills Academy," jelasnya.

Di tengah pandemi, transfer ilmu dan latihan untuk meningkatkan skill anak didik BSA pun bisa mereka lakukan dengan cara online.  ***

wwwwww