Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
24 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
2
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
24 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
3
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
24 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
4
Demo Sumpah Pemuda di Jakarta, Massa SADAR Bawa Tuntutan Karhutla dan Tolak Oligarki
Umum
23 jam yang lalu
Demo Sumpah Pemuda di Jakarta, Massa SADAR Bawa Tuntutan Karhutla dan Tolak Oligarki
5
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Sepakbola
22 jam yang lalu
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Dimaz Sampaikan Isi Hati Lewat Surat Terbuka

Dimaz Sampaikan Isi Hati Lewat Surat Terbuka
Minggu, 11 Juli 2021 16:05 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Dimaz mundur dari CLS pada tahun 2015. Dia ingin fokus pada keluarga dan mendampingi istrinya Selvia Wetty yang ketika itu mengalami dua kali keguguran. 

"Awalnya CLS tampaknya merestui keputusan saya, namun selang beberapa hari sejak saya mengutarakan pengunduran diri, saya diminta untuk membayar uang ratusan juta rupiah," tulis Dimaz dalam surat terbuka yang dia kirim ke media.

Uang itu termasuk pengembalian gaji yang sudah dia terima dan uang kontrak tahun pertama. Dimaz saat itu tak mau pusing walaupun jumlah yang dibayarkan cukup banyak, "Saya ingin segera fokus pada keluarga," tulisnya.  

Pembayaran pun dia lakukan sesuai tenggat waktu, sebab pihak CLS menyebut akan mengenakan bunga sebesar 5 persen setiap bulannya. Namun ternyata hal itu tidak cukup.

Pihak CLS meminta tandatangannya untuk surat yang katanya bertujuan agar dia tidak bermain di klub profesional hingga kontrak berakhir pada tahun 2017. Jika tidak Dimaz harus membayar sebesar Rp. 393.600.000.

Pada 2019, Dimaz mendapat tawaran dari Louvre. Kondisi keluarga yang membaik dan rindu pada basket dan merasa kontrak dengan CLS sudah tuntas pada 2017, Dimaz pun menerima tawaran tersebut dan bermain di kompetisi IBL yang kemudian terpaksa berhenti karena Pandemi Covid-19 dan Dimaz pun juga memutuskan kembali berhenti bermain. 

Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah berharap kasus lama antara Dimaz Muharri dan mantan klubnya ini dapat  berakhir segera dengan baik-baik. 

"Tak hanya selesai secara profesional tetapi juga secara kekeluargaan di kedua pihak" kata Junas menyoroti beredarnya surat terbuka Diaz Muharri yang mencurahkan isi hatinya melalui surat terbuka kepada publik. ***

wwwwww