Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
24 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
2
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
23 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
3
Duet Risto Vidakovic dan Edin Prljaca Tangani PSIM Yogyakarta
Sepakbola
24 jam yang lalu
Duet Risto Vidakovic dan Edin Prljaca Tangani PSIM Yogyakarta
4
Penurunan Muka Tanah Jakarta Melambat, PAM Jaya Ungkap Peran Air Perpipaan
Korporasi
23 jam yang lalu
Penurunan Muka Tanah Jakarta Melambat, PAM Jaya Ungkap Peran Air Perpipaan
5
Kesempatan Frediric Injay Balas Kekalahan Lawan Garudayaksa
Sepakbola
23 jam yang lalu
Kesempatan Frediric Injay Balas Kekalahan Lawan Garudayaksa
6
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
3 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Home  /  Berita  /  Nasional

Banggar DPR Minta Pemerintah Siapkan Skenario Terburuk

Banggar DPR Minta Pemerintah Siapkan Skenario Terburuk
Ilustrasi surat utang negara. (gambar: ist./sahamonline)
Senin, 12 Juli 2021 13:12 WIB
JAKARTA - Ketua Banggar (Badan Anggaran) DPR RI, Said Abdullah, meminta pemerintah menyusun skenario terburuk bila kebijakan PPKM tidak cukup efektif menekan tingkat penyebaran korona.

Skenario terburuk, diakui berkonsekuensi pada perubahan arah kebijakan dan sasaran dari postur APBN 2021 dan Rencana APBN 2022.

Skenario APBN pada 2021 dan 2022, kata Said dalam lansiran Antara, adalah skenario pemulihan baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun kesehatan yang belum memitigasi skenario gelombang demi gelombang dari pandemi yang berlangsung lebih lama.

Jika skenario terburuk harus ditempuh, kata Said, maka pemerintah harus menjalin komunikasi dengan banyak pihak, termasuk dengan para pelaku bisnis dan keuangan dengan persiapan waktu komunikasi yang cukup.

"Saya mendukung penuh langkah pemerintah, khususnya terkait persetujuan anggaran, terkait pelaksanaan segala daya upaya dalam penanggulangan Covid-19, termasuk bila dalam pelaksanaan worst case scenario tersebut harus membutuhkan dukungan pembiayaan. Misalnya seperti penerbitan surat utang negara karena dampak turunnya penerimaan perpajakan," kata politisi PDIP itu sebagaimana dikutip GoNEWS.co, Senin (12/7/2021).***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Badminton, Kriminal, Nasional, Voli, Ekonomi, DKI Jakarta
wwwwww