Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
15 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
14 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
3
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
12 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
15 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
17 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
14 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Eva Yuliana Minta Masyarakat dan Semua Elemen Mendukung Penuh Pemberlakuan PPKM Darurat

Eva Yuliana Minta Masyarakat dan Semua Elemen Mendukung Penuh Pemberlakuan PPKM Darurat
Anggota Komisi III DPR Eva Yuliana. (Foto: Istimewa)
Senin, 12 Juli 2021 08:12 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat harus didukung penuh. Pasalnya, Pemerintah dengan segala upaya dan sumberdaya yang ada mencoba mencegah dan memutus rantai penularan covid-19 di Indonesia.

Demikian diungkapkan Anggota Komisi III DPR Eva Yuliana dalam keterangan tertulis, Jakarta, Senin (12/07/2021).

"Penekanan angka covid-19 juga memerlukan kesadaran masyarakat untuk membatasi mobilitas dan menghindari kerumunan," katanya....

Eva menyebut penerapan PPKM darurat direspons dengan berbagai cara di wilayah kabupaten dan kota. Salah satunya, menutup sejumlah jalan protokol, untuk membatasi gerak masyarakat.

Namun, kata dia, penutupan jalan ini justru membuat masalah baru. Sebab, sejumlah ruas jalan yang menjadi alternatif bagi masyarakat di luar jalur utama menjadi padat. "Hal ini justru membuat kepadatan baru dan harus menjadi bahan kajian lalu lintas," ucap dia.

Eva meminta jalur-jalur alternatif yang menjadi pusat kerumunan mendapatkan perhatian lebih. Jangan sampai masyarakat yang terpaksa melewati jalur alternatif justru menjadi klaster penularan baru.

"Meski idealnya penutupan jalan bertujuan agar masyarakat di rumah saja, tapi pada kenyataannya masih banyak pengguna jalan (kendaraan) yang beraktivitas pada sektor pelayanan, pada kantor pemerintah maupun swasta sehingga kepadatan lalu lintas terjadi di ruas jalan yang tidak ditutup," kata dia.

Menurut dia, penempatan petugas seharusnya tidak hanya pada jalan yang ditutup, tetapi juga di sekitar jalan yang menjadi alternatif. Petugas harus hadir untuk mengurai kepadatan lalu lintas masyarakat yang masih harus tetap beraktivitas di masa pandemi.

"Saya minta kepada semua Polres dan Dishub untuk mengurai jika terjadi kerumunan atau kepadatan arus lalu lintas di beberapa titik saat penutupan jalan protokol," kata dia.***

wwwwww