Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
22 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
16 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
16 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
4
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
15 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
16 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
15 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Michael Oliver Wellerz Ambil Alih Louvre Dewa United

Michael Oliver Wellerz Ambil Alih Louvre Dewa United
Senin, 12 Juli 2021 20:24 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SURABAYA - Semarak kompetisi Indonesia Basketball League (IBL) menjadi stimulus ketertarikan perusahaan-perusahaan besar untuk bergabung dalam kompetisi bola basket level tertinggi di Indonesia ini. Salah satu contoh adalah Dewa United. 

Dewa United yang sebelumnya bergerak dalam dua cabang olah raga, sepakbola dan E-Sport tertarik berkiprah dalam IBL dan berkolaborasi dengan tim Louvre Surabaya yang sudah bergabung di IBL sebelumnya, lahirlah nama dan kekuatan baru, Louvre Dewa United Surabaya.

Dewa United kini makin kuat berkeinginan ikut memajukan bola basket. Mereka pun mengambil alih kepemilikan atau akuisisi Louvre Dewa United dan bakal mengusung nama Dewa United Surabaya sesuai dengan home base mereka yang tetap berada di Kota Pahlawan. Dewa United Surabaya di bawah pimpinan CEO, Michael Oliver Wellerz.

IBL menerima akuisisi dan pengambilalihan ini. "Setelah melakukan assesment, IBL mengesahkan akuisisi ini," kata Ketua Tim Penilai, Rufiana. Akuisisi ini bisa diterima di antaranya karena Louvre sudah melunasi kewajiban kepada pemain, pelatih dan pihak-pihak lainnya hingga bulan Juni 2021.

Proses awal akuisisi memang adalah melakukan valuasi terhadap asset dan proyeksi Louvre. Hal ini dilakukan untuk memastikan nilai jual yang pantas untuk Louvre. IBL juga memastikan bahwa Louvre telah menuntaskan semua kewajiban terhadap pihak-pihak lain mulai dari pemain, ofisial ataupun pihak ketiga lainnya.

Tahapan berikutnya adalah pihak Dewa United menyatakan ketertarikan secara resmi untuk melakukan akuisisi terhadap Louvre. "Klub Dewa United juga sudah menjalani verifikasi ketika mereka menyatakan minat untuk tampil dalam kompetisi IBL 2022 setelah sebelumnya menjadi sponsor utama Louvre," jelasnya. 

IBL melakukan verifikasi juga terhadap semua dokumen dan persyaratan yang diberikan dan dimiliki oleh Dewa United, seperti akte perusahaan, keuangan, visi dan misi mereka hingga komitmen untuk memajukan bolabasket Indonesia bersama IBL. 

“Setelah semua persyaratan dinyatakan lulus, akuisisi pun dilakukan,” jelas Rufiana. Maka, sejak musim depan, Kevin Moses Poetiray dkk akan mengusung nama Dewa United dengan jajaran manajemen baru.

Michael Oliver Wellerz menggantikan posisi Erick Herlangga. Kecintaan Michael terhadap olahraga bolabasket tak perlu diragukan. “Saya yakin, Michael akan mampu membawa Dewa United menjadi lebih baik. Saya tahu dia amat mencintai bola basket,” kata Erick.

“ Basket adalah cinta pertama saya,  ketika harapan putus tidak bisa menjadi pemain profesional namun harapan yang lebih indah menjadikan saya sebagai CEO basket dengan tim yang profesional. Keyakinan selalu memberikan harapan yang baik, tentunya kita akan selalu berusaha keras mewujudkan sebuah harapan, sebuah impian, sebuah keyakinan menjadi nyata,” kata Michael. ***

wwwwww