Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
17 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
16 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
9 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
4
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
10 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
5
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
10 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
6
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
23 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Fadli Zon Minta Risma Cabut Ancaman PNS ke Papua

Fadli Zon Minta Risma Cabut Ancaman PNS ke Papua
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. (Foto: Istimewa)
Rabu, 14 Juli 2021 17:51 WIB

JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon meminta Menteri Sosial Tri Rismaharini mencabut pernyataan mengancam akan memindahkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Balai Wyata Guna, Kota Bandung, Jawa Barat ke Papua. 

"Sebaiknya cabut saja pernyataan sensitif seperti ini," kata Fadli Zon lewat akun Twitter miliknya, @fadlizon pada Selasa (13/7).

Dia menilai pernyataan Risma tersebut menyiratkan seolah Papua merupakan tempat hukuman ASN yang tak becus. "Pernyataan Menteri Sosial ini menyiratkan seolah Papua jd tempat hukuman ASN yg tak becus," cuit Fadli.

Sebelumnya, Risma mengancam akan memindahkan ASN di Balai Wyata Guna ke Papua. Pasalnya, ia menganggap pimpinan dan pegawai di balai tersebut tak cakap dalam menangani dapur umum Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat. "Saya tidak mau lihat seperti ini lagi. Kalau seperti ini lagi, saya pindahkan semua ke Papua. Saya enggak bisa pecat orang kalau enggak ada salah, tapi saya bisa pindahkan ke Papua. Jadi tolong yang peka," ujarnya, saat berkunjung ke balai rehabilitasi tersebut, Selasa (13/7).

Balai Wyata Guna Bandung sendiri bertugas menyiapkan makanan siap saji dan telur untuk kebutuhan nutrisi selama PPKM darurat. Kegeraman Risma bermula saat mendapati pegawai balai yang menyiapkan kibor lengkap dengan pengeras suara aktif.

Dia pun meminta agar organ tunggal tersebut dibereskan sambil menegur Kepala Balai Wyata Guna Bandung Sudarsono. Luapan emosional Risma semakin menjadi tatkala meninjau kesiapan dapur umum. Selain kekurangan peralatan memasak, Risma geram lantaran dapur umum yang sudah dibuat kekurangan personel.

Di sisi lain, banyak pegawai Balai Wyata Guna yang masih berada di dalam kantor, tidak ikut membantu operasional di dapur umum. Dia pun akhirnya mengumpulkan para pegawai di lapangan. Risma juga meminta agar Kepala Balai Wyata Guna mengawasi anak buahnya bekerja dengan baik demi memberikan pelayanan kepada masyarakat.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Metropolitan, Voli, Olympic
wwwwww