Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
24 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
6 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
3
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
24 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
4
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
5
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
23 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Home  /  Berita  /  Olympic

Tak Dapat Kamar ICU RS Gresik, Ibu Hamil dan Bayinya Dalam Kandungan Meninggal

Tak Dapat Kamar ICU RS Gresik, Ibu Hamil dan Bayinya Dalam Kandungan Meninggal
Jenazah saat dievakuasi tim medis. (Foto: Istimewa)
Rabu, 14 Juli 2021 16:42 WIB

GRESIK - Suasana menyedihkan terjadi di Kabupaten Gresik. Seorang ibu hamil dan anak dalam kandungan harus meninggal karena tidak tertangani dengan baik. Nama ibu itu Mazrotul Afiro, warga Desa Gredek, Kecamatan Duduksapeyan.

Perempuan hamil 7 bulan yang juga terkonfirmasi positif Covid-19 itu, sebelumnya kesulitan mencari rumah sakit. Banyak rumah sakit menolaknya karena ruangan penuh. Sekalipun dapat, penanganan sangat terlambat. Rumah sakit menyatakan bayi dalam kandungannya meninggal.

Selang, beberapa jam kemudian, ibu nya yang dikabarkan meninggal. Kondisi ini membuat Kepala Desa Gredek Muhammad Bahrul Ghofar yang sebelumnya ikut mencarikan rumah sakit buat warganya itu terpukul. Dia sudah bersusah payah membawa ke RS agar dua nyawa manusia diselamatkan.

"Sekitar Selasa siang bayi dalam kandungan dikabarkan meninggal. Kemudian malamnya ibunya menyusul, karena memang kondisinya kritis," bebernya.

Ghofar menceritakan perjuangan dia dan warga lainnya mendapatkan rumah sakit agar Mazrotul tertangani dengan baik. Pada hari Senin (12/7/2021) pagi, dia bersama warga lainnya mondar mandir ke beberapa rumah sakit di Gresik. Setiap rumah sakit menjawab ruangan ICU penuh.

Padahal kondisi pasien itu sudah drop. Dia butuh asupan oksigen dan penanganan medis. Saat itu saturasi oksigen dalam darahnya sudah diangka 40.

Padahal normalnya di angka 90-100. Karena tak dapat ruangan di rumah sakit, dia akhirnya membawa kembali pulang untuk dirawat sendiri. "Saya belikan tiga tabung sekaligus. Supaya dapat pertolongan pertama," terangnya.

Kemudian pada sorenya, Ghofar dihubungi salah satu staf puskesmas setempat, mengabarkan jika ruangan RSUD masih tersedia. Mendengar kabar itu, dia akhirnya memboyong warganya yang tengah sakit itu ke RSUD Ibnu Sina.

Sesampai di sana, ternyata pasien ini tak dapat perawatan langsung. Rumah sakit sedang sesak-sesaknya karena tingginya angka Covid-19.

Tak berselang lama dari itu, pihak rumah sakit mengabarkan jika anak dalam kandungan tidak bisa selamat. Alias meninggal dari dalam. "Anaknya meninggal dan ibunya saat itu kritis," katanya.

Sampai kemudian pada hari Rabu dini hari pukul 00.20 WIB, sang ibu itu menyusul. Bayi dalam yang meninggal dalam kandungan itu juga belum sempat dikeluarkan.

Mendengar kabar itu, Ghofar sedih. Dia meyayangkan tidak ada prioritas sama sekali terhadap ibu hamil. "Saya berharap kalau ada kejadian seperti ini lagi, tolong dahulukan. Ini menyangkut dua nyawa, ibu hamil dan anak dalam kandungannya," ujarnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Jawa Timur, SEA Games, Voli, Olympic
wwwwww