Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
17 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
17 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
16 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
16 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
17 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
16 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Demokrat: Pernyataan Luhut Ambigu, Rakyat Bisa Sesat Sikapi Pandemi Covid-19

Demokrat: Pernyataan Luhut Ambigu, Rakyat Bisa Sesat Sikapi Pandemi Covid-19
Anggota DPR-RI Fraksi Partai Demokrat Didi Irawadi. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 17 Juli 2021 08:00 WIB

JAKARTA - Pernyataan Menko Maritim dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali Luhut Binsar Panjaitan yang mengklaim mengklaim situasi terkendali lalu Covid-19 varian delta sulit dikendalikan dinilai ambigu.

Oleh karena itu, pernyataan yang kerap berubah-ubah itu bisa membingungkan masyarakat. Demikian disampaikan Anggota DPR-RI Fraksi Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (16/7).

"Menko Luhut Pandjaitan seorang pejabat publik yang menjadi panglima utama memerangi Covid-19 harusnya tidak membuat pernyataan yang setiap saat berubah-ubah, bisa membingungkan masyarakat," ujar Didi Irawadi.

Menurut Didi, akibat pernyataan Luhut, justru akan membuat sebagian masyarakat ada yang tetap khawatir dan waspada. Namun, sebagian lainnya bisa membuat masyarakat semakin kurang waspada.

"Pernyataan Menko Luhut Pandjaitan yang tidak firm terkait Covid-19 dengan statement berbeda-beda bisa buat sesat rakyat," tegasnya.

Didi menambahkan, berdasarkan fakta kasus Covid-19 terdeteksi meroket hingga hampir 57.000 kasus. Hal itu justru menunjukkan keadaan sudah sangat buruk. "Jangan-jangan lebih dari itu jika swab lebih luas lagi dilakukan?" cetusnya.

Selain itu, kondisi nyata di lapangan bahwa masyarakat tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai dalam situasi darurat ini.

Akibatnya, kata Didi, kematian banyak terjadi pada saat masyarakat terjangki sedang menjalani isolasi mandiri.

Kemudian, kematian di rumah sakit juga meningkat akibat pasien datang ke rumah sakit dengan kondisi kritis dan butuh penanganan segera. Sebabnya, penanganan tidak bisa dilakukan secara maksimal karena jumlah ruang ICU tidak mencukupi, kekurangan pasokan oksigen, tenaga nakes terbatas.

"Fakta lainnya, masyarakat kesulitan membeli obat-obatan khusus Covid-19 dan kalaupun ada jumlahnya terbatas dan harganya sangat mahal," ungkapnya.

Dari fakta yang ada jumlah kasus baru dan kematian akibat Covid-19 trennya terus meningkat tinggi menunjukkan bahwa kondisi Covid-19 Indonesia memang tidak terkendali. "Oleh karenanya pemerintah harus jujur jangan memberi kesan kepada rakyat seolah-olah Indonesia baik-baik saja," kata Didi.

"Jika pemerintah tidak transparan maka akan bisa fatal, sehingga rakyat menganggap ini hal biasa bukan hal gawat. Akibatnya penyebaran dan kematian terus makin meningkat," pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Metropolitan, Voli, Olympic
wwwwww