Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
22 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
22 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
21 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
21 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
21 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
21 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  SEA Games

Sebagai Pembanding, WNA yang Dikarantina Bakal di Tes 3 Kali

Sebagai Pembanding, WNA yang Dikarantina Bakal di Tes 3 Kali
Kapusdatinkom BNPB Ahmad Muhari. (foto; Istimewa)
Sabtu, 17 Juli 2021 18:23 WIB
JAKARTA - Kapusdatinkom BNPB Ahmad Muhari menegaskan, warga dari luar negeri yang dikarantina berhak mendapatkan tes pembanding — yang dilakukan di 3 laboratorium yang telah ditunjuk pemerintah.

Tes pembanding itu sudah ditunjuk melalui surat Kasatgas B84A setiap WNI dan WNA yang karantina memiliki hak untuk dapatkan tes pembanding dari lab RSPAD, RS Polri, dan RS Cipto Mangunkusumo.

Ahmad Muhari dalam diskusi daring BNPB, Jumat (16/7/2021), menjamin hak tersebutk. "Kami harapkan dengan klarifikasi ini tidak ada lagi pemberitaan yang menyebutkan tidak boleh WNA WNI karantina dilarang mendapatkan tes pembanding. Itu hak dari mereka dan itu kita jamin," lanjutnya.

Koordinator karantina kesehatan Kemenkes, Imran Prambudi menjelaskan lab yang dipilih itu artinya sudah tersertifikasi oleh pemerintah. Dia memastikan lab yang ditunjuk pemerintah sudah sesuai dengan standar protokol kesehatan COVID-19.

Tentang tes pembanding, Imran menjelaskan tes pembanding adalah jika seseorang tes Corona di hari yang sama dengan laboratorium berbeda. Jika hasil tes pembanding dari lab satu dan lainnya berbeda maka itu bisa terjadi karena beberapa faktor. Jika seseorang melakukan tes pada hari berikutnya, itu bukan tes pembanding, tetapi tes ulang.

"Untuk melakukan tes pembanding sample yang sama, diambil saat bersamaan tetapi diperiksa ke laboratorium berbeda, artinya umpamanya sekarang Jumat, kemudian Sabtu malam keluar hasil, terus mau diswab lagi Minggu itu adalah swab ulang bukan pembanding. Karena pemeriksaan Jumat dengan Minggu bisa berbeda, karena variasi bisa macam-macam,” ungkap Imran.

Imran juga menegaskan dalam tes pembanding itu bisa saja hasilnya berbeda. Sebab, ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi hasil berbeda.

Menurut Imran, tes masing-masing tidak menutup kemungkinan berbeda. Sebab, alatnya beda, mereknya PCR beda-beda, reagen berbeda juga, belum lagi saat orangnya ambil swab kurang dalam, atau terlalu dalam juga akan dapat hasil beda. Hanya seberapa besar bedanya tidak bisa dipastikan.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, SEA Games, Voli, Olympic
wwwwww