Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
2
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
23 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
3
Duet Risto Vidakovic dan Edin Prljaca Tangani PSIM Yogyakarta
Sepakbola
23 jam yang lalu
Duet Risto Vidakovic dan Edin Prljaca Tangani PSIM Yogyakarta
4
Penurunan Muka Tanah Jakarta Melambat, PAM Jaya Ungkap Peran Air Perpipaan
Korporasi
23 jam yang lalu
Penurunan Muka Tanah Jakarta Melambat, PAM Jaya Ungkap Peran Air Perpipaan
5
Kesempatan Frediric Injay Balas Kekalahan Lawan Garudayaksa
Sepakbola
23 jam yang lalu
Kesempatan Frediric Injay Balas Kekalahan Lawan Garudayaksa
6
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
3 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

PSI DKI Minta Pemprov Sediakan Krematorium dan Kontrol Biaya Kremasi

PSI DKI Minta Pemprov Sediakan Krematorium dan Kontrol Biaya Kremasi
Ilustrasi proses kremasi. (gambar: dok. ist./nationalinsidenews.com)
Senin, 19 Juli 2021 19:32 WIB
JAKARTA - Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, meminta Pemprov DKI memastikan ketersediaan fasilitas krematorium Covid-19 di Jakarta dan menentukan batas atas dari biaya kremasi.

"Perlu dipahami kalau warga Jakarta terdiri dari berbagai macam latar belakang agama dan budaya, yang tentunya tidak bisa semua dimakamkan di TPU sehingga perlu ada alternatif dan solusi dari Pemprov DKI Jakarta," ujar anggota Komisi A DPRD Jakarta dari Fraksi PSI, August Hamonangan dalam pernyataannya kepada GoNEWS.co, Senin (19/7/2021).

August mengatakan, Pemprov DKI Jakarta seharusnya menggunakan dana BTT yang tersisa sebanyak 186 Miliar di bulan lalu untuk membangun krematorium tambahan sehingga warga yang membutuhkan tidak lagi harus ke luar kota untuk mendapatkan layanan kremasi.

GoNews.co Anggota Komisi A DPRD Jakarta
Anggota Komisi A DPRD Jakarta dari Fraksi PSI, August Hamonangan. (foto: dok. ist.)

"Penggunaan dana BTT ini jelas akan sangat membantu keluarga yang membutuhkan layanan kremasi," kata dia.

Sebelumnya, kata August, PSI banyak menerima keluhan sulitnya mendapatkan fasilitas kremasi untuk jenazah pasien Covid-19 di Jakarta. Sebagian warga terpaksa ke luar Jakarta seperti ke Karawang, Cibinong dan lainnya akibat sejumlah krematorium di Jakarta menolak untuk melayani jenazah Covid-19.

Situasi ini semakin diperburuk dengan adanya lonjakan biaya kremasi Covid-19 hingga 3-4 kali lipat dari harga normal.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, PON
wwwwww