Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
20 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
20 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
19 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
20 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
19 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
19 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Olympic

Kisah Vino, Bocah di Kaltim Hidup Sebatang Kara Usai Ayah-Ibu Meninggal karena Covid

Kisah Vino, Bocah di Kaltim Hidup Sebatang Kara Usai Ayah-Ibu Meninggal karena Covid
Vino kini menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumahnya di Kampung Linggang, Desa Purwerejo, RT 04, Kecamatan Tering, Kutai Barat. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 23 Juli 2021 07:49 WIB

KUTAI BARAT - Kisah memilukan dialami Vino, seorang bocah usia 10 tahun di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Dia kini hidup sebatang kara setelah ayah dan ibunya meninggal dunia akibat positif COVID-19.

Vino kini menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumahnya di Kampung Linggang, Desa Purwerejo, RT 04, Kecamatan Tering, Kutai Barat, Kaltim. Sedihnya lagi, Vino ternyata belum mengetahui bahwa ayah dan ibunya telah tiada.

"Ayahnya meninggal tepat pada Hari Raya Idul Adha kemarin, sementara ibunya sehari sebelumnya. Keduanya dirawat di rumah sakit akibat penyakit COVID-19 yang dideritanya," kata petinggi Desa Purwerejo, Selamet, dilansir GoNews.co dari detikcom, Kamis (22/7/2021).

Setelah kedua orang tuanya meninggal dunia, Vino menjalani isolasi mandiri seorang diri di rumah. Namun kini sudah ada keluarga ayahnya yang menemani. Namun bocah 10 tahun itu hingga kini belum mengetahui ayah dan ibunya telah meninggal dunia akibat COVID-19.

Terkait kelanjutan hidup Vino, Selamet mengatakan petinggi desa menyerahkan sepenuhnya kepada keluarga mendiang ayah dan ibunya. Jika keluarga menjamin, maka Vino akan diserahkan kepada keluarganya untuk dirawat.

"Kita menunggu dari keluarganya. Jika memang mereka mau merawat, kita serahkan mereka untuk merawat. Saat ini memang sudah ada beberapa warga yang mau mengadopsi," tutup Selamet.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:SEA Games, Olympic, PON
wwwwww