Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
11 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
13 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
4
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
7 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
8 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
13 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Voli
Olimpiade 2020 Tokyo

Menpora Amali Minta Seluruh Atlet Jaga Kesehatan

Menpora Amali Minta Seluruh Atlet Jaga Kesehatan
Menpora Zainudin Amali. (Dok. Kemenpora)
Jum'at, 23 Juli 2021 22:57 WIB
JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali meminta kepada seluruh atlet yang akan bertanding di Olimpiade 2020 Tokyo agar bisa benar-benar menjaga kesehatannya. Sebab, jika sampai terkena (Covid-19) berarti mereka tidak bisa bertanding dan hilang kesempatan mengharumkan nama bangsa di ajang pesta olahraga akbar dunia empat tahunan tersebut.

"Yang paling utama adalah menjaga kesehatan karena itu adalah menjadi salah satu faktor agar bisa bertanding. Sebab, belum tentu empat tahun ke depan di Olimpiade Paris bisa terpilih sebagai wakil Indonesia," kata Zainudin Amali saat melakukan wawancara virtual bersama CNN Indonesia, Jumat (23/7/2021).

Menurut Amali, sistem yang digunakan oleh penyelenggara adalah sistem bubble, yakni atlet dari penginapan ke tempat latihan atau pertandingan dan terus seperti itu tidak boleh keluar. Tetapi yang paling penting yang dibutuhkan kontingen kita adalah dukungan moril dan doa.

"Saya mengihimbau kepada kita semua untuk memberikan dukungan dengan apapun hasilnya. Jangan dengan hasil bagus kita puji-puji, kalau tidak bagus langsung dicela, dibuli dan sebagainya. Karena beberapa atlet kita masih sangat muda jangan sampai mereka terpengaruh secara psikologis dengan apa yang ditunjukkan di media sosial," wanti Amali.

Target selanjutnya di olimpiade yang akan datang adalah meloloskan atlet sebanyak-banyaknya di kualifikasi. Semakin banyak atlet yang lolos maka kesempatan memperbaiki peringkat Indonesia akan semakin besar. "Saat ini ada 28 atlet di Olimpide Tokyo, nah kita targetnya nanti di 2024 harus lebih dari yang dikirim saat ini. Begitu selesai kita harus segera mempersiapkan diri untuk Olimpiade Paris 2024. Jadi, tidak boleh ada jeda terlalu lama," pesannya.

Terkait apresiasi, Menpora Amali pastikan ada, tetapi saat ini Kemenpora tidak ingin merinci karena sedang ingin fokus atlet tetap tertuju untuk meraih prestasi di Olimpiade. "Apresiasi dan penghargaan pasti ada, tetapi saat ini kami tidak merinci. Sebab, tidak mau para atlet kita nantinya fokusnya memikirkan itu. Saya mau mereka memikirkan bagaimana bisa berprestasi di olimpiade itu. Yang pasti ada apresiasi tidak mungkin tidak ada," tegasnya.

"Sekali lagi jangan menjadikan itu (bonus) sebagai fokus para atlet. Karena bisa tampil di olimpiade itu menjadi prestisius untuk dirinya, keluarga dan sebagainya dan tidak mudah untuk masuk kesana," tutup Amali. ***

wwwwww