Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
22 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
22 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
22 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
23 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
22 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
22 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Olympic

PPKM Tetap Diperpanjang, PB HMI Khawatir Terjadi Gelombang Protes yang Mengancam Posisi Jokowi

PPKM Tetap Diperpanjang, PB HMI Khawatir Terjadi Gelombang Protes yang Mengancam Posisi Jokowi
Demo menolak PPKM di Bandung. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 23 Juli 2021 07:45 WIB

JAKARTA - Keputusan perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat menjadi PPKM Level 4 dianggap sebagai langkah gagap pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19.

Sebab sejauh ini, kebijakan tersebut nyatanya belum mampu mengendalikan pandemi Covid-19, malah justru kian meningkat. "Di situasi krisis yang dahsyat ini pemerintah masih percaya diri dengan PPKM sebagai kebijakan yang mampu menekan laju Covid-19, kebijakan yang justru meniadakan harapan masyarakat untuk bisa bebas dari pandemi," ujar Ketua Bidang Pemberdayaan Umat PB HMI, Ali Zakiyudfin kepada wartawan, Kamis (22/7).

Di tengah pembatasan kegiatan, kondisi ekonomi masyarakat kian tak menentu. Perpanjangan PPKM ini pun dikhawatirkan akan makin mengikis kepercayaan publik terhadap Presiden Joko Widodo dalam menangani pandemi.

"Kami mengamati telah terjadi beberapa aksi protes masyarakat yang menolak untuk diberlakukan kembali PPKM di beberapa wilayah. Artinya ada potensi gelombang aksi masa yang sedikit banyak akan merugikan posisi politik Presiden Joko Widodo", jelasnya.

Sayangnya, PPKM yang serba ambigu ini diperparah dengan penerbitan beberapa kebijakan yang menimbulkan kegaduhan publik, seperti Peraturan Presiden tentang Statuta Rektor Universitas Indonesia.

"Bangsa ini harus memilih jalan keluarnya sendiri jika negara terbukti gagal dan alpa dalam setiap kebijakannya. Sudah terlalu banyak yang menjadi tumbal dari kebijakan PPKM," sesalnya.

Namun kebijakan kini sudah terlanjut dibuat. Oleh karenanya, PB HMI mengimbau kepada masyarakat untuk bersabar dan menghargai imbauan pemerintah untuk taat protokol kesehatan dan menghindari aktivitas di luar rumah.

"Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Masyarakat mungkin akan kehilangan kesabaran, tapi kita harus saling bergotong-royong melewati masa sulit ini" tutup Ali.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Jawa Barat, DKI Jakarta, Voli, Olympic
wwwwww