Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
18 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
18 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
11 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
4
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
19 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
5
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
10 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
6
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
20 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Home  /  Berita  /  Sepakbola
Kompetisi Sepakbola Liga 1 2021

Pelatih Arema FC Memasak Dan Nonton Film Selama PPKM

Pelatih Arema FC Memasak Dan Nonton Film Selama PPKM
Minggu, 25 Juli 2021 05:30 WIB
Penulis: Azhari Nasution

MALANG - Kota Malang sebagai salah satu daerah pusat kuliner tak membuat pelatih Arema FC, Eduardo Almeida merasa nyaman dalam memenuhi kebutuhan makanan setiap harinya.  Pelatih asal Portugal tersebut sampai harus memasak sendiri karena masih menyesuaikan diri dengan masakan lokal.

Dia menilai masakan Indonesia dan di negaranya cukup jauh berbeda. Masakan Indonesia rata-rata memiliki cita rasa pedas dengan rempah yang kuat. Butuh waktu untuk menyesuaikan diri sebab masakan Eropa menggunakan rempah-rempah yang minimalis dan tidak menyukai rasa pedas.

“Bagi saya tentu saja berbeda makanan Indonesia dan Portugal, apalagi di Indonesia dominasinya nasi,” kata Eduardo.

“Jadi saya menyesuaikan diri dan beradaptasi, apalagi cita rasa makanan di sini sedikit pedas,” sambungannya.

Eduardo sendiri mengakui suka mengeksplorasi hal baru, khususnya kuliner. Namun terbatasnya ruang gerak karena pandemi dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat membuatnya menahan diri. 

Dia juga mengaku belum mencicipi Bakso yang menjadi makanan khas kota Malang.

“Satu yang belum saya coba adalah Bakso. Kenapa saya belum mencoba Bakso karena alasan waktu saja. Belum ada kesempatan makan apalagi kondisinya lockdown seperti sekarang ini,” terangnya.

Untuk memenuhi kebutuhan makanan harian, pelatih 43 tahun tersebut mengandalkan kemampuan masaknya. Meskipun tidak jago urusan dapur, namun dia harus membiasakan diri karena tidak memiliki banyak pilihan saat ini.

“Jadi tidak banyak pilihan yang saya masak, seperti steak, olahan daging sapi dengan kentang dan itu saja kombinasinya. Karena tidak banyak pilihan yang bisa saya masak,” bebernya.

Selain itu memasak juga menjadi salah satu kegiatan yang membuatnya tetap aktif selama PPKM Darurat. Dia biasa memasak sambil menyaksikan film favoritnya.

“Jadi saya di rumah menonton televisi dan memasak. Kemarin saya baru menyelesaikan serial dari Perancis dan sempat juga menonton serial dari Portugal. Sekarang dua atau tiga jam di rumah saya habiskan untuk menonton film,” tandasnya. ***

wwwwww