Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
18 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
2
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
20 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
22 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
6 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
17 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
20 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Olympic

Peristiwa Kudatuli, Sabtu Kelabu di Kerusuhan 27 Juli di Kandang Banteng

Peristiwa Kudatuli, Sabtu Kelabu di Kerusuhan 27 Juli di Kandang Banteng
Peristiwa Kudatuli adalah akronim dari Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli (27 Juli) yang terjadi di Jakarta pada 1996. (Foto: AFP PHOTO)
Selasa, 27 Juli 2021 13:28 WIB

JAKARTA - Peristiwa Kudatuli adalah akronim dari Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli (27 Juli) yang terjadi di Jakarta pada 1996. Peristiwa Kudatuli juga dikenal dengan Sabtu kelabu.

Kerusuhan ini berlangsung di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia (DPP PDI) di Jalan Diponegoro nomor 58, Jakarta Pusat. Bentrokan ini dilatarbelakangi oleh konflik internal di PDI.

Saat itu, terdapat dualisme kepemimpinan di PDI antara Ketua Umum PDI hasil kongres Medan Soerjadi dan Ketua Umum hasil kongres Surabaya pada 1993, Megawati Soekarnoputri.

Peristiwa Kudatuli pada Sabtu 27 Juli 1996, mulai berlangsung sekitar pukul 01.00 dini hari. Sejumlah kendaraan polisi terlihat lalu lalang di sekitar Gedung DPP PDI.

Memasuki pukul 05.00 pagi, sejumlah rombongan PDI pro Soerjadi mulai mendatangi gedung dan membuat kegaduhan dengan massa pendukung Megawati.

Bentrokan kedua kubu pun memanas dan situasi semakin mencekam. Massa juga membakar sejumlah spanduk-spanduk di area gedung. Fasilitas gedung pun dirusak.

Kerusuhan semakin meluas. Aksi pembakaran juga dilakukan ke area sekitar gedung. Hari yang sudah siang pun tampak kelabu karena asap yang membumbung tinggi. Korban pun mulai berjatuhan.

Satuan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) ikut turun tangan dalam menangani kerusuhan tersebut. Massa baru bisa dipukul mundur sekitar pukul 01.00 dini hari berikutnya.

Komnas HAM mencatat lima orang tewas, 149 luka-luka, dan 23 orang hilang. Peristiwa Kudatuli juga menjadi cikal bakal PDI Perjuangan.

Penyelesaian Peristiwa Kudatuli.

Pasca kerusuhan, penyelidikan langsung dilakukan. Hasil penyelidikan mendapati Soerjadi dan sejumlah jajarannya terlibat dalam Peristiwa Kudatuli. Mereka ditetapkan sebagai tersangka dan dipenjara berdasarkan putusan pengadilan.

Namun menurut Komnas HAM, sejumlah perwira militer ikut terlibat dalam peristiwa ini dan belum diadili. Penyelesaian Peristiwa Kudatuli masih terus berlangsung hingga saat ini. Itulah Peristiwa Kudatuli, peristiwa kelabu yang terjadi pada 27 Juli 1996.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:CNNIndonesia.com
Kategori:DKI Jakarta, Metropolitan, Voli, Olympic
wwwwww