Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
23 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
2
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Sepakbola
22 jam yang lalu
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
3
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Sepakbola
22 jam yang lalu
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
4
Mauro Jeronimo Harus Atur Kondisi Pemain Borneo FC Agar Tetap Kompetitif
Sepakbola
23 jam yang lalu
Mauro Jeronimo Harus Atur Kondisi Pemain Borneo FC Agar Tetap Kompetitif
5
Hadapi Persita Tangerang, Persik Kediri Fokus Latihan Finishing Klinis
Sepakbola
23 jam yang lalu
Hadapi Persita Tangerang, Persik Kediri Fokus Latihan Finishing Klinis
6
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
7 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Home  /  Berita  /  Kriminal

Penyaluran BST Abai Prokes, PKS: Perlu Ada Teguran

Penyaluran BST Abai Prokes, PKS: Perlu Ada Teguran
Kerumunan warga saat mengantre pengambilan BST di wilayah Kelurahan Serpong, Tangsel, Banten, Rabu (28/7/2021). (foto: www.gonews.co/dzulfiqar)
Rabu, 28 Juli 2021 23:10 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR RI, Bukhori menegaskan, penyaluran BST Kemensos tidak boleh mengabaikan Prokes (protokol kesehatan) di tengah ancaman penularan virus korona.

"Kita tidak boleh dengan situasi paparan virus yang masih tinggi kemudian menimbulkan kerumunan," kata Bukhori kepada GoNEWS.co, Rabu (28/7/2021).

Selain pembagian BST yang harus mencegah kerumunan, kata Bukhori, tempat pembagiannya pun tidak boleh 'asal-asalan'. "(Misalnya, red) cuma ada satu botol hand sanitizer,".

"Saya kira itu perlu pengawasan dan teguran kepada yang bersangkutan (penyelenggara, red)" kata Bukhori.

GoNews.co Anggota Komisi VIII Fraksi PKS
Anggota Komisi VIII Fraksi PKS DPR RI Dapil Jateng I, Bukhori Yusuf dalam suatu kesempatan. (foto: dok. pks)

PT Pos sebagai mitra pemerintah dalam distribusi BST Kemensos, kata Bukhori, sebenarnya sempat diapresiasi karena dianggap cukup kredibel. "Mereka memiliki tenaga-tenaga untuk sampai ke tempat-tempat yang jauh,".

Tapi, ketika kerumunan warga pengantre BST masih saja terjadi, Bukhori mendorong agar dilakukan setidaknya dua hal; Pertama, memperbanyak petugas yang membagikan; Kedua, memberi informasi yang clear kepada penerima bahwa mereka harus datang jam sekian sampai jam sekian, seperti mekanisme pencoblosan dalam Pilkada di tengah pandemi, 2020 lalu.

Sebelumnya, kerumunan warga yang mengantre pengambilan BST terjadi di wilayah Kelurahan Serpong, Tangsel, Banten, Rabu (28/7/2021). GoNEWS.co mempublikasi peristiwa ini dalam berita berjudul 'Ambil BST Perlu Serahkan Fotokopi KTP-el atau Tidak? Ini kata Kemensos...'. Tidak hanya soal pensyaratan fotokopi KTP-el bagi warga yang hendak mengambil BST dan terjadinya kerumunan, lokasi penyaluran BST juga tak nampak menyediakan tempat mencuci tangan bagi warga.

Dalam berita tersebut, Kehumasan Kementerian Sosial RI, Agus menjelaskan, teguran terhadap penyelenggara penyaluran BST di tingkat kelurahan menjadi kewenangan Dinas Sosial setempat jika memang penyaluran BST melanggar ketentuan. Agus, menanggapi soal penggunaan fotokopi KTP-el.

"Dinsos (dinas sosial)-nya, iya karena kan yang mengontrol (penyaluran di tingkat, red) kelurahan," ujar Agus.

Sebagaimana menjadi pengetahuan umum bahwa dalam surat undangan pengambilan BST Kemensos yang dikirimkan kepada warga, tertulis bahwa persyaratan pengambilan/penerimaan BST menunjukkan KTP-el atau Kartu Keluarga asli, bukan fotokopi.

Mengingat penyaluran BST juga berlangsung di tengah ancaman penularan virus korona, surat undangan pengambilan BST juga menuliskan aturan bahwa warga penerima BST harus menjaga protokol kesehatan; memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan mengindari kerumunan.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Kriminal, Nasional, PON
wwwwww