Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
23 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
16 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
15 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
16 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
16 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
23 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Olympic

Belajar dari Dermawan Akidi Tio, Anis Byarwati: Hidupkan Terus Gerakan Filantropi Saat Pandemi

Belajar dari Dermawan Akidi Tio, Anis Byarwati: Hidupkan Terus Gerakan Filantropi Saat Pandemi
Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi dan Keuangan Anis Byarwati. (Foto: Istimewa)
Kamis, 29 Juli 2021 14:01 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Pandemi covid yang masih berlanjut telah menghabiskan energi terutama masalah keuangan dii masyarakat. Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi dan Keuangan Anis Byarwati merasa senang dan terinspirasi oleh gerakan filantropi berupa sumbangan keluarga pengusaha dari Aceh, Akidi Tio.

"Sumbangan sebanyak Rp2 triliun itu mengingatkan saat rakyat Aceh menyumbangkan uang dan emasnya untuk membeli pesawat Seulawah yang menjadi cikal bakal berdirinya maskapai penerbangan kebanggaan Garuda Indonesia," katanya di Jakarta, Kamis (29/7/21).

Menurut anggota Fraksi PKS DPR RI ini peristiwa itu seharusnya dapat dijadikan sebagai momentum untuk melakukan gerakan amal nasional guna menghadapi bencana wabah Covid-19.

"Pemerintah bergerak cepat mengkoordinir para pengusaha besar nasional untuk memberikan sumbangan kepada masyarakat dengan menjadikan keluarga almarhum Akidi Tio sebagai inspirasi, jangan hanya berhenti disitu," ujarnya.

Anis menjelaskam berdasarkan data LPS, simpanan dengan nilai diatas Rp5 miliar mengalami kenaikan paling besar dibandingkan dengan simpanan bernominal dibawahnya.

"Dalam satu tahun, kenaikan simpanan bernilai diatas Rp5 miliar naik hingga 15,8 persen, hampir tiga kali lipat jika dibanding dengan simpanan bernilai dibawah Rp100 juta yang dimiliki oleh 355 juta rekening,” kata Anis.

Menurutn Anis, hal Ini menunjukkan kesenjangan kekayaan yang jauh, dan belum ada mekanisme yang cukup kuat memaksa pemilik dana jumbo ini untuk turut tanggung renteng menghadapi bencana Covid-19.

Anis menambahkan kegiatan filantropi dalam ekonomi syariah adalah bagian kajian yang utama, berbeda dengan ekonomi konvensional yang menggunakan pendekatan trickle down effect sebagai alat distribusi kekayaan.

"Ekonomi Syariah berpandangan bahwa ketimpangan antara kaya dan miskin harus menjadi pertimbangan utama dalam membangun sebuah perekonomian. Itu sebabnya zakat menjadi satu dari rukun agama dan posisinya dalam al-Quran selalu bersanding dengan perintah solat," katanya.

Anggota Komisi XI DPR RI ini menyatakan ditengah keterbatasan keuangan negara dalam menyelesaikan pandemi yang hasilnya kurang optimal, maka momentum kesetiakawanan nasional ini harus betul-betul dapat direkayasa dengan baik.

"Jangan sampai muncul anggapan bahwa Indonesia memang sedang menghadapi wabah virus corona, tetapi pemerintah dan orang-orang kaya berada pada perahu yang berbeda dengan rakyat jelata," paparnya.

Anis menghimbau bahwa gerakan kesetiakawanan nasional yang dimulai dari para konglomerat nasional ini kemudian harus diikuti dengan sumbangan para pejabat negara. "Harapannya agar keteladanan ini bergulir bagai bola salju diikuti kalangan menengah untuk membantu tetangga-tetangga terdekatnya yang kurang mampu," tutup Anis.***

wwwwww