Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
18 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
18 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
18 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
18 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
18 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
17 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Nasional

Litbang Kemendagri minta Daerah Tingkatkan Kualitas Inovasi

Litbang Kemendagri minta Daerah Tingkatkan Kualitas Inovasi
Kaban Litbang Kemendagri, Agus Fatoni dalam acara Pemantapan Teknis Penginputan Indikator dalam Sistem IGA 2021 Pemerintah Kabupaten Tabalong, Kamis (29/7/2021). (foto: ist./puspen kemendagri)
Jum'at, 30 Juli 2021 14:02 WIB
TABALONG - Kepala Badan Kemendagri, Agus Fatoni, menekankan pentingnya kualitas inovasi yang dilakukan pemerintah daerah. Pemda diminta tak hanya mengejar kuantitas.

Dalam rilis Puspen Kemendagri yang dikutip GoNEWS.co, Jumat (30/7/2021), Agus Fatoni menjelaskan, beberapa inovasi daerah yang diinput ke dalam sistem Innovative Government Award tak bisa dinilai karena dokumen yang kurang lengkap.

"Inovasi yang dilaporkan tidak disertai dokumen yang memadai, sehingga nilai kematangan inovasi tersebut rendah atau bahkan tidak bisa dinilai," kata Agus Fatoni.

Agus Fatoni mencontohkan, pada ajang Indeks Inovasi Daerah tahun 2020 pencapaian Kabupaten Tabalong, Kalimatan Selatan dinilai belum maksimal. Kondisi ini disebabkan karena hasil inovasi yang dilaporkan kurang matang. "Salah satu pemicunya karena tidak disertakannya evidence based saat melakukan penginputan inovasi,".

Agus Fatoni menjelaskan, sejumlah cara sebenarnya dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas inovasi daerah, termasuk dengan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Selain itu, lanjut Agus Fatoni, kualitas inovasi dapat ditunjang melalui peningkatan infrastruktur inovasi. Peningkatan tersebut, dapat dicapai dengan dukungan regulasi, sumber daya inovasi yang mumpuni, anggaran, serta memperbanyak bimbingan teknis.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Kalimantan Selatan, Nasional, Voli
wwwwww