Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
21 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
21 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
21 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
21 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
21 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
20 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Indonesia Basketball League (IBL) 2022

The Wonder Kid yang sudah menjadi Papa

The Wonder Kid yang sudah menjadi Papa
Jum'at, 30 Juli 2021 12:06 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Tak salah jika Andakara Prastawa Dhyaksa dijuluki The Wonder Kid, si Anak Ajaib. Sejak awal penampilannya di ajang liga profesional bola basket Indonesia, Prastawa sudah memukau.

Debut profesional dijalani Prastawa dengan luar biasa. Dia membawa Aspac menjadi juara NBL Indonesia, 2012-2013. Tahun itu juga dia terpilih sebagai Rookie of The Year dan Sixth Man of The Year, sejak saat itu pula julukan The Wonder Kid melekat padanya.”Padahal, Anak Ajaibnya kini sudah punya anak,” kata Prastawa suatu ketika. Pras memang sudah memiliki putri Naomi  Hope Lunadior.

Prastawa memang menunjukkan talenta luar biasa. Dia seperti mewarisi kecepatan dan ball handling sang ibu, Julisa Rastafari, mantan point guard tim nasional putri yang membawa Indonesia sukses untuk pertama kali merebut medali perak pada SEA Games 1991, sementara akurasi tembakan Prastawa menurun dari sang Ayah, Rastafari Horongbala.

“Dia cepat seperti ibunya dan tembakan akurat seperti ayahnya,” kata boss Aspac, Irawan Haryono kala itu. 

Andakara Prastawa Dhyaksa tetap akan melekat dengan julukan Anak Ajaib. Keajaibannya juga masih dinanti dan diharapkan oleh tim nasional putra Indonesia serta klubnya, Pelita Jaya Bakrie. ***

wwwwww