Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
22 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
22 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
18 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
18 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
17 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
18 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Ivana Lie Usul Peraih Medali Olimpiade Perlu Asuransi Kesehatan

Ivana Lie Usul Peraih Medali Olimpiade Perlu Asuransi Kesehatan
(foto: ist.)
Senin, 02 Agustus 2021 19:16 WIB
TOKYO - Pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu sukses mempersembahkan medali emas pertama bagi Kontingen Indonesia di Olimiade 2020 Tokyo. Dalam laga final yang dihelat di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Senin (2/8/2021), Greysia/Apriyani berhasil mengubur impian wakil China Chen Qing Chen/Jia Yi Fan dengan skor 21-19 dan 21-15.

Raihan medali emas ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi dunia bulu tangkis Indonesia. Bukan hanya mempertahankan perolehan medali emas di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, tetapi Greysia/Apriyani menjadi ganda putri Indonesia pertama yang meraih emas.

"Greysia/Apriyani tampil menjadi penyelamat Indonesia dengan meraih puncak prestasi di Olimpiade 2020 Tokyo. Selamat dan sukses buat Gyersia/Apriyani," kata mantan pebulu tangkis Indonesia Ivana saat dihubungi Tim Media NOC Indonesia, Senin (02/8/2021).

Mantan Staf Khusus Bidang Olahraga Kemenpora ini mendukung penuh adanya rencana pemerintah untuk memberikan bonus terhadap peraih medali di Olimpiade 2020 Tokyo. Dan, Ivana mengusulkan pemerintah perlu memberikan asuransi kesehatan bagi mereka yang meraih medali tersebut.

Selain prestasi di Olimpiade itu tidak gampang diraih dan menjadi prestise bangsa, kata Ivana, asuransi kesehatan itu sebagai jaminan bagi mereka tidak kesulitan jika terkena penyakit yang membutuhkan dana besar pada hari tua. Seperti halnya, kata Ivana Lie, mantan rekannya Verawati Fajrin yang kini terbaring di rumah sakit akibat kanker paru-paru.

"Meraih medali di Olimpiade itu tidak mudah. Jadi, saya usul mereka yang bisa dibilang pahlawan olahraga juga diberikan asuransi kesehatan selain bonus yang sudah menjadi tradisi. Kalau mereka punya asuransi kesehatan kan tidak terulang lagi kasus yang dialami mantan pebulutangkis nasional, Verawaty Fajrin yang kini terbaring di rumah sakit akibat kanker paru-paru," imbuhnya.

Verawaty Wiharjo, atau yang kini dikenal dengan Verawaty Fajrin merupakan legenda bulu tangkis Indonesia. Pemain yang mampu bermain di nomor tunggal putri, ganda putri, maupun ganda campuran tersebut menorehkan segudang prestasi di dekade 1980-an.

Verawaty merebut juara kategori beregu SEA Games enam kali berturut-turut pada 1977, 1979, 1981, 1985, 1987, 1989. Kemudian, dia juga meraih prestasi di nomor perseorangan SEA Games di nomor ganda putri (1979, 1981, 1987), tunggal putri (1981), dan ganda campuran (1987, 1989).

Sepanjang kiprahnya di dunia bulu tangkis, Verawaty sempat dipasangkan dengan beberapa legenda lainnya, seperti Imelda Wiguna, Ivanna Lie, Ruth Damayanti, hingga Eddy Hartono.

Tak hanya di level Asia Tenggara, Verawaty pun bersinar di Asia lewat medali emas Asian Games nomor ganda putri yang direbutnya pada 1978. Namanya pun tercatat sebagai juara dunia sebanyak dua kali, yakni pada 1980 (tunggal putri) dan 1986 (ganda campuran), yang semakin mengharumkan namanya di pentas dunia.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:Rilis
Kategori:DKI Jakarta, Non Olympic, Nasional
wwwwww