Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
23 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
17 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
18 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
20 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
16 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
18 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Perubahan RPJMD DKI, Anthony PSI: Hanya Memenuhi Kebutuhan Politik Gubernur

Perubahan RPJMD DKI, Anthony PSI: Hanya Memenuhi Kebutuhan Politik Gubernur
Ilustrasi perubahan RPJMD. (gambar: ist./si rpjmd)
Senin, 02 Agustus 2021 13:58 WIB
JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, Anthony Winza menilai, perubahan RPJMD 2017-2022 yang diajukan Pemprov DKI Jakarta hanya untuk memenuhi kebutuhan politik Gubernur Anies Baswedan.

Hal itu Ia nyatakan dalam rilis resmi penolakan fraksi PSI atas Perubahan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2017-2022) yang diajukan Pemprov DKI Jakarta.

"Pemprov DKI Jakarta lari dari tanggungjawab melaksanakan program, dan tidak menjawab 10 dari 16 tantangan-tantangan akibat pandemi Covid-19," ujarnya pada pembacaan Pandangan Umum Fraksi Partai Solidaritas Indonesia terhadap RPJMD Tahun 2017-2022, sebagaimana dikutip GoNEWS.co, Senin (2/9/2021).

Selain menilai bahwa pengajuan perubahan RPJMD 2017-2022 hanya untuk memenuhi kebutuhan politik Gubernur Anies Baswedan, perubahan RPJMD juga dinilai tidak dapat memenuhi aspek legalitas yang dipersyaratkan.

Pemprov DKI Jakarta, kata Anthony, harusnya mampu membuktikan terpenuhinya 3 (tiga) syarat yang tertulis pada Pasal 342 Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 yakni pertama adanya hasil evaluasi yang menunjukan bahwa proses perumusan RPJMD yang tidak sesuai dengan tahapan dan tata cara yang diatur dalam Permen, kedua adanya hasil evaluasi yg menunjukan substansi dari RPJMD bertentangan dengan Permen. dan ketiga terjadi perubahan yang mendasar.

"Tidak bisa hanya menggunakan alasan salah satu saja, jika memang salah satu alasan saja diperbolehkan maka seharusnya Permen tersebut menggunakan kata 'atau'. Jangan sampai revisi Perda RPJMD ini dibuat secara bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi," papar Anthony.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Metropolitan, Voli
wwwwww