Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
24 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
2
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
24 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
3
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
13 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
4
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
24 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
5
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
24 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  Nasional

Ada Bantuan Uang Kuliah, Faldo: BEM Jangan Tidur!

Ada Bantuan Uang Kuliah, Faldo: BEM Jangan Tidur!
Ilustrasi mahasiswa tertidur di kelas. (foto: ist./dailymail.uk)
Jum'at, 06 Agustus 2021 14:35 WIB
JAKARTA - Stafsus Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Faldo Maldini, menyampaikan agar bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) terdistribusi secara tepat sasaran. Pihak kampus diharapkan dapat memprioritaskan mahasiswa yang membutuhkan.

Dalam rilisnya kepada GoNEWS.co, Jumat (6/8/2021), Faldo menegaskan, "Mahasiswa yang membutuhkan menerima ini. Jangan sampai, penerima beasiswa lainnya juga terima. Jangan sampai mahasiswa nonaktif terima,".

"Di sini, peran universitas betul-betul memastikan penerimanya. Data yang tepat. Pihak universitas jangan sampai mempersulit kehidupan orang tua mahasiswa yang sudah sulit di saat sekarang," kata Faldo.

Faldo mengajak berbagai organisasi mahasiswa untuk mengawasi pelaksanaan kebijakan ini. Dia juga mendorong agar organisasi mahasiswa bersikap lebih proaktif.

GoNews.co Stafsus Menteri Sekretaris Neg
Stafsus Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Faldo Maldini. (foto: ist.)

"Organisasi mahasiswa juga harus proaktif. Jangan tidur. Terutama BEM. Harus lihat kanan-kiri. Jangan-jangan ada yang butuh, tapi tidak dapat. Harus kontak kawan-kawan, bikin posko pengaduan kalau perlu. Laporkan kepada kampus. Jangan sampai akibat WFH, fungsi kontrol yang kongkret tidak bejalan optimal. Harusnya, teman-teman BEM sudah sangat paham caranya ini," tambahnya.

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini menyebutkan akan ada 310 ribu lebih target mahasiswa penerima manfaat dari program bantuan UKT. Menurutnya, Presiden Joko Widodo memiliki komitmen yang besar untuk mendukung kebutuhan mahasiswa yang tidak mampu.

"Penerimanya 310.508 orang. Uangnya hampir 750 Milyar. Tiap orang bisa dapat 2.4 juta rupiah. Kalau butuh lebih, kampus yang harus cari selesihnya. Jadi, setiap mahasiswa yang butuh betul-betul terjangkau. Itu fokus pemerintahan. Presiden Jokowi sangat tekankan soal ini. Tidak boleh tawar-tawar. Jangan sampai ada yang berhenti kuliah," tutup Faldo.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Nasional, Umum, PON
wwwwww