Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
24 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
2
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
24 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
3
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
24 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
4
Demo Sumpah Pemuda di Jakarta, Massa SADAR Bawa Tuntutan Karhutla dan Tolak Oligarki
Umum
23 jam yang lalu
Demo Sumpah Pemuda di Jakarta, Massa SADAR Bawa Tuntutan Karhutla dan Tolak Oligarki
5
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Sepakbola
22 jam yang lalu
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Refly Harun Sebut PPP Jauh Lebih Strategis Ikut Gerbong Anies-AHY

Refly Harun Sebut PPP Jauh Lebih Strategis Ikut Gerbong Anies-AHY
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Ketua Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono. (Foto: Istimewa)
Kamis, 12 Agustus 2021 15:32 WIB

JAKARTA - Ahli hukum tata negara yang juga pemerhati perpolitikan Indonesia Refly Harun menilai Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan lebih strategis berada dalam gerbong Anies-AHY dalam Pilpres 2024. PPP bisa ikut dengan PKS dan Demokrat mengusung duet Gubernur DKI Jakarta dan Ketua Umum Partai Demokrat tersebut.

Menurut Refly, Demokrat dan PKS tinggal mencari satu partai lain untuk diajak berkoalisi. "Baik PKS yang barangkali akan mendukung Anies Baswedan maupun Demokrat berada di posisi yang sama sebagai kubu oposisi. Memang, mereka masih membutuhkan satu lagi partai politik. Tapi, tidak mungkin partai politik tidak mau (mengusung Anies-AHY) kalau mereka melihat peluang menang," jelas Refly.

Kata Refly, pasti ada satu partai yang merapat ke duet Anies-AHY ini. "Misalnya, katakanlah, yang ikut PPP saja, itu sudah selesai. Karena Demokrat 54 kursi, PKS 50 kursi sudah 104 kursi. Ditambah PPP 19 menjadi 123 kursi, cukup. Dan PPP menurut saya, jauh akan lebih strategis kalau dia ikut dalam gerbong Anies-AHY," jelas Refly.

Refly menambahkan, jika ada di gerbong Anies-AHY, bisa jadi PPP akan dapat coat-tail effect atau efek ekor jas. "Walaupun orang akan menganggap kalau dia lihat AHY, maka dia akan lihat Demokrat. Tapi lihat Anies kan belum tentu 100 persen lihat PKS. Bisa jadi, di situlah mengambil poin dari Anies PPP," ujarnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Metropolitan, Voli, Olympic
wwwwww