Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
24 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
2
Demo Sumpah Pemuda di Jakarta, Massa SADAR Bawa Tuntutan Karhutla dan Tolak Oligarki
Umum
24 jam yang lalu
Demo Sumpah Pemuda di Jakarta, Massa SADAR Bawa Tuntutan Karhutla dan Tolak Oligarki
3
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Sepakbola
22 jam yang lalu
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
4
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
Sepakbola
23 jam yang lalu
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
5
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
Sepakbola
22 jam yang lalu
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
6
Darije Kalezic Ungkap Kunci Hentikan Tren Cetak Gol Bhayangkara FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Darije Kalezic Ungkap Kunci Hentikan Tren Cetak Gol Bhayangkara FC
Home  /  Berita  /  Voli

BP2MI Selamatkan Tujuh Korban Perdagangan Manusia ke Timur Tengah

BP2MI Selamatkan Tujuh Korban Perdagangan Manusia ke Timur Tengah
Kepala BP2MI Benny Rhamdani saat Konferensi Pers. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 14 Agustus 2021 08:05 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menyelamatkan tujuh wanita yang jadi korban pedagangan manusia ke Irak.

Tujuh wanita ini diamankan saat berada di tempat penampungan di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (11/8) malam.

Rencananya, tujuh orang ini berangkat ke Irak untuk dijadikan asisten rumah tangga tujuan pada hari ini, Kamis (12/8).

Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan tujuh orang ini dari kota berbeda seperti Sukabumi, Indramayu, dan karawang, Jawa Barat. "Mereka hampir diberangkatkan ke Irak, bayangkan mereka dikirim ke negara konflik," kata Benny, Jumat (13/8/2021).

Benny menyebutkan sejak tahun 2016, pemerintah telah melarang seluruh perusahaan penyalur pekerja migran ke Timur Tengah lantaran tidak ingin para pekerja menjadi korban konflik antar negara.

Tak hanya di Cibubur, Benny juga mengungkapkan pihaknya telah mengamankan 19 para calon pekerja migran di lokasi yang berbeda.

"Kami secara bersamaan juga mengamankan 19 orang di Tanjung Pinang, Batam, mereka juga calon pekerja migran yang hampir jadi korban perdagangan manusia," jelasnya.

19 orang yang diamankan di Tanjung Pinang tersebut rencananya akan diberangkatkan ke Singapura, untuk menjadi sebagai asisten rumah tangga.

Benny mengungkapkan, para korban diiming-imingi akan mendapat gaji uang yang besar oleh calo yang mengajaknya untuk bekerja di luar negeri.

Bahkan, calo ini juga memberikan uang saku kepada korban sebesar Rp 2 juta dan menanggung semua biaya selama di tempat penampungan hingga keberangkatan ke negara tujuan. "Mereka ditampung di tempat yang tidak layak, kotor dan tidak layak," ucapnya.

Kini, para calon pekerja migran tersebut untuk sementara waktu ditampung di kantor BP2MI sebelum dipulangkan ke daerah asal.

Benny menegaskan tidak boleh lagi ada perbudakan modern yang dilakukan dan para pekerja migran harus dihormati serta diperlakukan dengan layak.

"Mereka (pekerja migran, red) adalah manusia yang harus kita hormati, namun kemudian diperjualbelikan oleh sindikat perdagangan orang," tutur Benny.***

wwwwww