Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
19 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
12 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
11 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
19 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
5
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
12 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
6
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
12 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Home  /  Berita  /  Nasional

Ekpsor Beras Indonesia Diharap Berujung pada Peningkatan Kesejahteraan Petani

Ekpsor Beras Indonesia Diharap Berujung pada Peningkatan Kesejahteraan Petani
Anggota Komisi bidang Pangan DPR RI, Johan Rosihan (kanan) dalam suatu kesempatan di ladang padi. (foto: dok. ist.)
Sabtu, 14 Agustus 2021 15:09 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR RI, Johan Rosihan menyebut, Indonesia memang selalu surplus produksi beras selama sepuluh tahun terakhir. Walaupun, masih kalah dengan Thailand dan Vietnam.

Hal tersebut disampaikan Johan kepada GoNEWS.co, Sabtu (14/8/2021), menanggapi ekspor beras yang dilakukan pemerintah ke Saudi Arabia.

Kata Johan, "Jadi, ekspor beras boleh saja dilakukan,".

Lebih jauh, menurut Johan, ekspor beras bisa mendorong peningkatan nilai ekspor pertanian karena komoditas ekspor nasional masih didominasi oleh komoditas perkebunan.

"Saya berharap juga dengan ekspor ini gabah-gabah petani yang harganya anjlok belakangan ini dapat kembali normal dan mendapatkan harga yang pantas untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani," kata Legislator PKS Dapil NTB I itu.

Secara rinci, Ia menyebut, Indonesia memiliki 1.389.545 ton stok beras nasional berdasarkan data terakhir. Angka ini, menunjukkan surplus produksi beras pada masa tanam 1 sekitar 6 juta ton.

Proyeksi pemenuhan kebutuhan beras nasional 2021, papar Johan, meliputi proyeksi produksi beras sebesar 21,21 juta ton dan konsumsi beras sebesar 17,18 juta ton. "Jadi, angka produksi - konsumsi sebesar 4,03 juta ton,".

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan, Indonesia sudah dimulai mengekspor beras ke Saudi Arabia berdasarkan laporan Kementerian Pertanian. Presiden berharap, ekspor dilakukan dengan kalkulasi matang pemenuhan kebutuhan dalam negeri.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Kriminal, Nasional, Ekonomi
wwwwww