Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
15 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
15 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
15 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
15 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
15 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
15 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Kompetisi Sepakbola Liga 1 2021-2022

Persela Fokus Program Compact Defend dan Counter Attack

Persela Fokus Program Compact Defend dan Counter Attack
Sabtu, 14 Agustus 2021 04:30 WIB
Penulis: Azhari Nasution
LAMONGAN - Pelatih Persela Lamongan, Iwan Setiawan terus fokus mengasah kekuatan timnya jelang menghadapi Liga 1 2021/2022. Compact defend dan counter attack menjadi perhatian Iwan. 

Menurut eks pelatih Persebaya Surabaya, dua materi tersebut merupakan materi taktikal yang kemungkinan akan diterapkan tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu dalam menghadapi kompetisi Liga 1 musim ini.

Kedua materi terus akan diasah melalui agenda internal game yang direncanakan akan berjalan selama sepekan kedepan. Dia berharap di sisa waktu yang ada para pemain menunjukkan progres yang cukup positif.

“Titik beratnya fokus minggu ini adalah compact defend dan counter attack. Jadi sampai besok kita ada internal game sampai satu minggu ini topiknya adalah compact defend dan counter attack,” ungkap Iwan Setiawan.

“Sebenarnya kalau kita mau bilang, jujur masih kurang. Untuk perfect masih jauh tapi paling enggak kita harus fokus compact defend dan counter attack,” sambungnya.

Iwan Setiawan memilih melakukan internal game karena tidak memiliki agenda melakukan uji coba dalam waktu dekat. Menurutnya ada beberapa pertimbangan tim pelatih yang lebih melakukan internal game dibandingkan melakukan laga uji coba.

Salah satunya adalah adanya kebijakan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang membuat Persela sedikit kesulitan mencari lawan terutama lawan yang selevel. 

Namun dia mengaku tidak ada masalah dengan hanya melakukan internal game termasuk melawan tim akademi Persela.

“Enggak ada, kita internal game sesama kita saja mungkin kalau ada yang kurang kita comot dari pemain akademi, seperti itu,” tandasnya. ***

wwwwww