Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
22 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
15 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
14 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
15 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
15 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
22 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Saleh Daulay: Lomba yang Digelar BPIP Tak Produktif dan Tak Kontekstual

Saleh Daulay: Lomba yang Digelar BPIP Tak Produktif dan Tak Kontekstual
Ketua Fraksi PAN DPR RI/Wakil Ketua MKD/Ketua DPP PAN/Saleh P. Daulay dalam suatu kesempatan. (foto: ist.)
Sabtu, 14 Agustus 2021 15:40 WIB
JAKARTA - Ketua DPP PAN, Saleh P Daulay menyebut, lomba karya tulis yang diadakan BPIP tidak produktif dan tidak kontekstual.

Dalam rilis Saleh yang diterima GoNEWS.co, Sabtu (14/8/2021), ia menjelaskan, lomba tersebut tidak produktif karena diyakini tidak akan mampu meningkatkan penghayatan dan pengamalan Pancasila, tidak kontekstual karena temanya sangat jauh dari kondisi kekinian yang dihadapi bangsa Indonesia.

Lebih jauh, menurut Saleh, lomba yang bertema 'Hormat Bendera menurut Hukum Islam' dan 'Menyanyikan Lagu Kebangsaan menurut Hukum Islam' dinilai tidak perlu dan tidak memiliki urgensi untuk dibahas.

"Sejak zaman perjuangan kemerdekaan, hormat bendera dan lagu kebangsaan tidak pernah dipersoalkan. Para ulama dan para santri selalu menjunjung tinggi dan menghormati eksistensi bendera negara dan lagu kebangsaan," tegas Saleh.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Nasional, Metropolitan
wwwwww