Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
18 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
11 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
18 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
4
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
10 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
5
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
20 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
6
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
20 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Home  /  Berita  /  Kriminal

Gerindra Singgung Merosotnya Indeks Demokrasi

Gerindra Singgung Merosotnya Indeks Demokrasi
Anggota F-Gerindra DPR RI, Wihadi Wiyanto saat menyerahkan dokumen pandangan fraksinya atas RUU pertanggungjawaban pelaksanaan APBN 2020 di Senayan, Jakarta, Kamis (19/8/2021).
Jum'at, 20 Agustus 2021 16:22 WIB
JAKARTA - Fraksi Partai Gerindra mencatat, tingkat kebebasan dan demokrasi di Indonesia sepanjang tahun 2020 telah menjadi sorotan.

Dalam siaran rapat paripurna DPR RI, Kamis, yang disaksikan GoNEWS.co, Fraksi Gerindra memaparkan, indeks demokrasi 2020 berada di skor 6,3, menurun dibanding dengan tahun sebelumnya yang berada di angka 6,48.

"Indeks demokrasi 6,3 merupakan angka terendah selama 14 tahun terakhir," kata Juru bicara pandangan Fraksi Gerindra, Wihadi Wiyanto sebagaimana dikutip GoNEWS.co.

Hal tersebut disampaikan Wihadi saat membacakan pembuka pandangan Fraksi Gerindra mengenai RUU Pertanggungjawaban APBN 2020. Naskah ditandatangani oleh Ketua Fraksi Gerindra DPR RI, Ahmad Muzani dan Sekretaris Fraksi Gerindra DPR RI, Desmond J. Mahesa.

Dalam pandangannya, Fraksi Gerindra menyoroti capaian indikator makro ekonomi dalam APBN 2020 yang tidak memenuhi target seperti lifting minyak yang hanya mencapai 705 ribu barel per hari dari target 750 ribu barel per hari.

Sebagai sikap resmi fraksi, Gerindra juga menyetujui RUU pertanggungjawaban pelaksanaan APBN untuk selanjutnya disahkan. Gerindra berharap, catatan atas pelaksanaan APBN 2020 dapat dijadikan koreksi konstruktif untuk APBN tahun berikutnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Kriminal, Nasional
wwwwww