Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
21 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
14 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
13 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
14 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
14 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
21 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Kunjungi Kerajaan Termanu di NTT, Ketua DPD RI Diangkat Jadi Anggota Kehormatan Dewan Adat

Kunjungi Kerajaan Termanu di NTT, Ketua DPD RI Diangkat Jadi Anggota Kehormatan Dewan Adat
Ketua DPD RI saat menerima Gelar Kehormatan Napufunu (Pelindung Besar) serta diangkat sebagai anggota kehormatan Dewan Adat, saat mengunjungi Uma Batu Kerajaan (Nusak) Termanu di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (28/8/2021).
Sabtu, 28 Agustus 2021 14:45 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

ROTE NDAO - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mendapat gelar kehormatan Napufunu (Pelindung Besar) serta diangkat sebagai anggota kehormatan Dewan Adat, saat mengunjungi Uma Batu Kerajaan (Nusak) Termanu di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (28/8/2021).

Kehadiran LaNyalla di kerajaan yang berada di Pulau Rote, pulau paling Selatan Indonesia, disambut langsung Raja Termanu, Vicoas Trisula Pati Amalo, beserta permaisuri, Actry Mevi Amalo, dan kerabat kerajaan lainnya.

LaNyalla sendiri hadir ditemani Senator asal Lampung Bustami Zainuddin, Senator asal Sulawesi Selatan Andi Muh Ihsan, dan Senator asal NTT Angelius Wake Kako. Selain itu, hadir juga Raja Kupang Leopoldo Nisnoni.

"Saya menyampaikan terima kasih atas pemberian gelar kepada saya, sekaligus pengangkatan saya sebagai anggota kehormatan Dewan Adat Kerajaan Nusak Termanu. Ini suatu kehormatan yang luar biasa," tuturnya.

LaNyalla kemudian menyinggung mengenai kehadiran 43 Raja dari berbagai wilayah Indonesia saat pelantikan Vicoas Trisula Pati Amalo sebagai Raja Termanu pada 2019 silam.

"Saya juga mendapat informasi, bahwa 43 Raja dari berbagai wilayah di Indonesia telah melakukan pertemuan di Pantai Fopo, Kabupaten Rote Ndao. Saya memberi apresiasi Momentum tersebut sebagai pertanda tingginya nilai Khasanah budaya daerah di Provinsi NTT,” ujar LaNyalla.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPD RI menekankan pentingnya masyarakat daerah mengelola segala wujud kebudayaan Indonesia. Kebudayaan yang dimaksud LaNyalla adalah mulai dari ‘budaya benda’ hingga ‘budaya non-benda’.

“Dari paling kasat mata hingga yang tak kasat mata. Kita harus fokus kepada beberapa unsur kebudayaan seperti, adat istiadat, bahasa, manuskrip, olahraga tradisional, pengetahuan tradisional, permainan rakyat, seni, dan tradisi lisan,” tuturnya.

Dengan mengelola segala wujud kebudayaan, kata LaNyalla, masyarakat ikut menjaga kelestarian bangsa Indonesia. Kebudayaan Indonesia pun disebutnya tak akan pernah hilang.

"Saya mengajak kita semua untuk mengakui, menghormati dan menghargai keragaman budaya Indonesia, menempatkan masyarakat sebagai pemilik dan penggerak kebudayaan, serta menempatkan kebudayaan sebagai haluan pembangunan nasional," jelas LaNyalla.

Senator asal Jawa Timur itu pun menilai Kerajaan dan Kesultanan Nusantara berperan penting dalam asimilasi budaya. Oleh sebab itu, LaNyalla selalu mengagendakan untuk bisa bersilaturahmi dengan Raja dan Sultan Nusantara dalam setiap kunjungan ke daerah.

"Raja dan Sultan Nusantara adalah bagian dari manifestasi dari akar budaya nasional," ungkapnya.

Beberapa Kerajaan yang dikunjungi LaNyalla selain Kerajaan Termanu adalah seperti Kerajaan Sumenep di Jawa Timur, Kerajaan Kabaena Sulawesi Tenggara, Kerajaan Bulungan di Kalimantan Utara, Kerajaan Gowa di Sulawesi Selatan, Kerajaan Mamuju di Sulawesi Barat, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat di Solo, Kesultanan Yogyakarta di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kesultanan Buton Sultra, kemudian Kesultanan Tidore dan Kerajaan Sumedang Larang di Jawa Barat.

"Saya bersyukur sudah diberi kesempatan untuk berkunjung ke beberapa Kerajaan dan Kesultanan Nusantara. Dan akan saya teruskan ke semua Kerajaan dan Kesultanan di Nusantara," sebut LaNyalla.***

wwwwww