Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
17 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
17 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
10 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
4
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
18 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
5
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
19 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
6
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
18 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Home  /  Berita  /  Nasional

LAN Dorong Penerapan RIA Dioptimalkan

LAN Dorong Penerapan RIA Dioptimalkan
Webinar LAN yang membahas praktik RIA di pemerintahan, Kamis (25/8/2021). (gambar: lan)
Sabtu, 28 Agustus 2021 10:10 WIB
JAKARTA - LAN atau Lembaga Administrasi Negara berkerjasama dengan Tanoto Foundation menggelar Virtual Public Lecture Seri Ke-11 pada Kamis kemarin.

Publikasi LAN yang dikutip GoNEWS.co, Sabtu (28/8/2021) menyebut, acara itu diikuti oleh 1.531 peserta dan membahas mengenai RIA atau Regulatory Impact Analysis serta pengalaman praktiknya dalam pemerintahan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Pusat Pembinaan Analis Kebijakan LAN, Elly Fatimah memaparkan, penyusunan produk hukum saat ini lebih banyak menekankan pada aspek legal-drafting. Kesesuaian dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi lebih dikedepankan dan kurang memperhatikan aspe-aspek lain secara lebih komprehensif.

Oleh karena itu, kata Elly, RIA (Regulatory Impact Analysis/Regulatory Impact Assessment) menjadi instrumen penting untuk dapat dikuasai oleh para perancang kebijakan agar dapat mengkalkulasi biaya yang mungkin ditanggung serta manfaat yang dapat diperoleh dalam mengimplementasikan kebijakan.

"Melalui RIA, para perancang kebijakan publik dapat mengkalkulasi sejak awal berapa besar biaya yang ditanggung dan manfaatnya dalam implementasi kebijakan. Maka, dapat dievaluasi mana kebijakan yang produktif dan kontra-produktif bagi dunia usaha dan kepentingan publik. Jangan sampai, alih-alih membantu masyarakat, regulasi yang buruk malah bisa membebani masyarakat," jelasnya.

Elly juga menyampaikan harapannya bahwa dengan semakin banyaknya jumlah analis kebijakan (AK) maka sepatutnya kualitas kebijakan yang dihasilkan oleh pemerintah mampu diingkatkan. Hingga 10 Agustus 2021, pemangku Jabatan Fungsional Analis Kebijakan (JFAK) di seluruh Indonesia telah mencapai 3.987 orang.

"Kami berharap, analis kebijakan dapat belajar lebih banyak tentang RIA, sehingga dapat memahami dan mampu menerapkan di instansinya masing-masing. RIA diharapkan mampu menjadi instrumen untuk mengembangkan kebijakan populis, berorietasi pada kepentingan publik, efektif, kredibel dan responsif," ujarnya.

Tentang Pusat Pembinaan Analis Kebijakan LAN

Ini adalah unit kerja di LAN yang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan, koordinasi, dan sinkronisasi pelaksanaan kebijakan pembinaan, serta pemantauan, analisis, evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengkajian pembinaan JF Analis Kebijakan.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Nasional, Voli
wwwwww