Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
15 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
15 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
15 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
15 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
15 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
15 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Neraca Perdagangan Surplus, DPD RI Apresiasi Kolaborasi Diplomatik Kemendag-Kemenlu

Neraca Perdagangan Surplus, DPD RI Apresiasi Kolaborasi Diplomatik Kemendag-Kemenlu
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) Sultan B Najamudin. (Foto: Humas)
Selasa, 31 Agustus 2021 19:25 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA – Kolaborasi Diplomatik ekonomi antara Kementerian Perdagangan dan Kementerian Luar Negeri RI membuahkan hasil positif di tengah tekanan ekonomi global akibat pandemi Covid-19.

Badan Pusat statistik (BPS) mencatat Pada Juli 2021 neraca perdagangan RI mengalami Surplus 2,69 miliar US Dollar. Dan secara kumulatif, sepanjang tahun berjalan mengalami surplus 14,42 Miliar US Dollar.

"Sebuah pencapaian ekonomi yang patut kita syukuri di tengah pandemi Covid-19 ini. Sebagai wakil daerah kami sangat salut dan mengapresiasi pendekatan Kolaborasi Diplomatik ekonomi yang dibangun oleh Kemendag dan Kemenlu RI ini," ungkap Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) Sultan B Najamudin di Jakarta pada Selasa (31/8/2021).

Trend surplus yang sedang membaik ini, ujar Sultan, menandakan kinerja sektor produksi terutama nonmigas seperti industri pengolahan Indonesia tidak mengalami tekanan yang berarti selama krisis pandemi.

"Artinya secara umum, keberlangsungan ekonomi nasional saat ini masih terkendali. meskipun, sejatinya masih perlu banyak peningkatan dan perbaikan di banyak hal. Terutama pada perluasan investasi dan belanja produktif yang mendorong diversifikasi produk dan jasa," jelas mantan ketua umum HIPMI bengkulu ini.

Menurut Sultan, pendekatan diversifikasi pasar yang dihasilkan melalui diplomatik apik antara kedua kementerian tersebut menjadi modal ekonomi yang penting untuk ditindaklanjuti. Pemerintah perlu memberikan perhatian anggaran yang lebih pada sektor modal produksi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) Indonesia.

"Pemerintah harus mengalihkan anggaran secara terukur dan sustainable kepada peningkatan angka PMBT yang masih berkisar di angka 1,3 % dari PDB hingga pada posisi yang ideal 10 %, setelah kinerja ekspor dan neraca perdagangan kita membaik," terang Sultan.

Lebih jauh, Sultan mendorong Pemerintah untuk menetapkan kebijakan safeguard secara lebih komprehensif bagi produk dalam negeri atas gempuran produk impor.

"DPD RI sangat prihatin dengan membanjirnya produk impor. Indonesia tidak boleh hanya dijadikan pasar bagi produk milik asing, sementara produk dalam negeri terseok-seok di negeri sendiri. Cintailah produk-produk dalam negeri," tutup Sultan.***

wwwwww