Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
16 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
16 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
15 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
15 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
16 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
15 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Olympic

Demi Istri Tercinta yang Pingin Keong Sawah, Pria di Lamongan ini Tewas Tenggelam di Waduk

Demi Istri Tercinta yang Pingin Keong Sawah, Pria di Lamongan ini Tewas Tenggelam di Waduk
Ilustrasi tenggelam. (Foto: Internet)
Rabu, 01 September 2021 22:49 WIB

LAMONGAN - Nahas memang nasib Wartono, warga RT 04 RW 02 Dusun Kendayaan Desa Wedoro Kecamatan Sukorame Kabupaten Lamongan. Maksud hati cari keong sawah (besusul), pria 50 tahun tersebut malah tewas tenggelam di Waduk Songowareng Kecamatan Bluluk.

Peristiwa tersebut diketahui pada Rabu (31/8/2021) siang kemarin. Saat itu korban hendak mencari keong sawah demi menuruti kemauan dari istri tercintanya yang tengah ngidam ingin menikmati keong sawah.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh saksi bernama Handoko yang sempat bertemu dan berbincang-bincang dengan korban, sesaat sebelum korban meregang nyawa di waduk tersebut. "Saya sempat berpapasan dan bertanya kepada Wartono, 'cari apa War', lalu Wartono menjawab 'cari besusul (keong sawah) kang, istriku minta besusul, saya disuruh mencarikan'," ungkap Handoko, Rabu (1/9/2021).

Lebih lanjut, Handoko juga menceritakan, bahwa seusai dirinya bertemu korban, sesaat kemudian Handoko meninggalkan korban yang menuju ke waduk. Selain korban, diketahui juga ada seorang saksi lain yang saat itu sedang memancing di waduk tersebut.

Pemancing tersebut saat itu posisinya berada di sisi sebelah selatan, dan mengetahui jika korban sedang menceburkan dirinya ke waduk untuk mencari besusul. Namun, pemancing tak menduga sebelumnya jika nasib buruk akan menimpa korban Wartono.

Beberapa saat kemudian, pemancing penasaran dan muncul kekhawatiran. Pasalnya, korban yang menceburkan diri ke waduk itu tak kunjung muncul ke permukaan dalam waktu yang cukup lama.

Pemancing akhirnya panik, sebab tersirat keganjalan dalam dirinya. Ia berfikir bahwa tidak mungkin seseorang akan mampu bertahan dan menyelam dengan durasi yang cukup lama tanpa disertai alat atau tabung oksigen.

Kejadian itu membuat pemancing gelisah dan muncul keinginan dalam dirinya untuk menolong korban. Tapi apalah daya, pemancing tersebut ternyata tidak bisa berenang. Sontak, pemancing akhirnya berteriak meminta tolong kepada warga. Selang sejenak, pria bernama Muin datang ke lokasi kejadian. Tanpa berfikir panjang, Muin kemudian memanggil Handoko dan mengajaknya untuk bersama-sama mencari korban ke dalam waduk.

Setelah keduanya menyelam dan menyusuri titik lokasi di mana korban menceburkan dirinya, akhirnya Muin dan Handoko berhasil menemukan korban dan mengangkatnya ke permukaan. Namun, saat diangkat ke permukaan, kondisi korban sudah tak bernyawa lagi alias mati.

Kejadian yang menimpa korban ini kemudian juga dilaporkan ke Polsek Bluluk. Para petugas saat itu langsung melakukan evakuasi dan identifikasi ke jasad korban, sebelum akhirnya oleh oleh Polsek diserahkan ke keluarga korban. "Tidak ditemukan luka lain atau tanda-tanda penganiayaan. Selain itu, keluarga korban sudah ikhlas menerima kematian tersebut dan tidak bersedia atau keberatan dilakukan otopsi, dibuktikan dengan membuat surat penyataan," kata Kasi Humas Polres Lamongan, Iptu Jinanto, Rabu (1/9/2021).

Lebih jauh, Iptu Jinanto menjelaskan, bahwa korban dibawa pulang oleh saudaranya ke kampung halamannya yang berada di Dusun Kendayaan Desa Wedoro Kecamatan Sukorame Kabupaten Lamongan untuk segera dimakamkan.

Suasana duka pun menyelimuti keluarga korban. Tangisan dan keharuan pun memenuhi seisi kediaman korban. Waktu itu, keluarga korban tampak syok lantaran tak menyangka akan ditinggalkan secepat itu oleh korban untuk menghadap sang Kholiq.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww