Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
16 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
11 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
23 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
16 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
12 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
15 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Voli

NIK Jokowi Bocor, Golkar dan PPP Desak RUU PDP Dituntaskan

NIK Jokowi Bocor, Golkar dan PPP Desak RUU PDP Dituntaskan
Ilustrasi aplikasi PeduliLindungi. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 03 September 2021 15:07 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Data nomor induk kependudukan (NIK) Presiden Jokowi tersebar di media sosial setelah sertifikat vaksinasi kepala negara tersebar. Anggota Komisi I DPR mendesak Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) diselesaikan.

"Kejadian ini, bila nanti dikonfirmasi resmi data pribadi milik Pak Jokowi, perlunya RUU PDP diselesaikan," kata anggota Komisi I DPR Bobby Adhityo Rizaldi kepada wartawan, Jumat (3/9/2021).

Bobby mengatakan perlunya lembaga pengawas independen terkait PDP. Sebab, jika pengawas itu di bawah kementerian, dia khawatir sistem tidak akan efektif. "Dengan membentuk lembaga pengawas pengendali data yang langsung bertanggung jawab ke presiden, bila di bawah koordinasi kementerian, bagaimana mau mengawasi pengendali data setingkat kementerian, termasuk penegakan hukum, rekomendasi pemberian sanksi," ujarnya.

Bobby mengatakan, dengan disahkannya RUU PDP, instansi terkait dapat menindaklanjuti sesuai mekanisme yang ada, sehingga tidak ada lagi langkah gagap dalam penyelesaian.

"BSSN perlu segera memeriksa, apakah benar ini kebocoran, apakah ada peretasan, atau keamanan data yang tidak sesuai standar/prosedur atau bagaimana?" ujarnya.

"Jadi tidak gagap dalam menangani hal ini dan tidak ada tindak lanjutnya," lanjut Bobby.

Sama dengan Bobby, anggota Komisi I DPR Fraksi PPP Syaifullah Tamliha meminta Menkominfo Johnny Plate memenuhi janji menyelesaikan RUU PDP. "Menkominfo sebagai pembantu Presiden Jokowi diharapkan segera memenuhi janjinya untuk segera menyelesaikan RUU PDP dengan Komisi I DPR," ujarnya.

Dia lantas menyinggung negara lain yang sudah memiliki undang-undang terkait data pribadi. Tamliha menyebut masalah terkait data pribadi kian menjadi-jadi jika tak ada dasar hukum. "UU PDP di negara tetangga, terutama Singapura dan Malaysia, sudah memiliki UU yang menyangkut data pribadi. Berlarut-larutnya RUU PDP dapat memberi ruang atau celah bagi para pengguna data melakukan pembocoran terhadap data pribadi bangsa Indonesia," tuturnya.

Beredarnya sertifikat vaksinasi dan NIK Presiden Joko Widodo (Jokowi) memicu perhatian. Juru bicara Presiden, Fadjroel Rachman, menyesalkan kejadian tersebut. "Menyayangkan kejadian beredarnya data pribadi tersebut," kata Fadjroel kepada wartawan, Jumat (3/9/2021).***

wwwwww