Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
8 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
9 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
3
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
8 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
9 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
9 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Umum

Pemprov Jabar Rumuskan Bantuan Sekolah bagi Yatim-Piatu Korban Covid-19

Pemprov Jabar Rumuskan Bantuan Sekolah bagi Yatim-Piatu Korban Covid-19
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil. (foto: pemprov jabar)
Minggu, 05 September 2021 08:42 WIB
BANDUNG - Pemprov Jabar (Pemerintah Provinsi Jawa Barat) tengah merumuskan kebijakan untuk membantu biaya bersekolah bagi anak-anak Jabar yang menjadi yatim piatu lantaran orang tuanya meninggal dunia setelah positif Covid-19.

Publikasi Pemprov Jabar yang dikutip GoNEWS.co, Minggu (5/9/2021) menyebut, sebetulnya sekolah-sekolah di Jabar sudah gratis biaya operasional dan SPP-nya mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA yang dibidani atau jadi kewenangan kabupaten/kota/provinsi.

Tapi, kata Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, "Tentu ada keseharian di luar biaya gratis SPP-nya atau Biaya Satuan Pendidikan (yang tidak gratis),".

"Itu akan kita rumuskan," ujar pria yang akrab disapa Kang Emil itu.

Gubernur melihat banyak masyarakat berkemampuan atau perusahaan ingin berpartisipasi menyantuni masyarakat lain yang membutuhkan bantuan. Pemda Provinsi Jawa Barat terbuka untuk bantuan yang mekanismenya akan dirumuskan.

"Jadi di luar pemerintah menjamin pendidikannya, sosialnya juga banyak yang ingin membantu, itu kami sedang rumuskan," tutup Ridwan Kamil.

Dinas Sosial Provinsi Jabar sementara mencatat ada 5.642 anak jadi yatim piatu karena orang tuanya meninggal Covid-19. Datanya masih terus diperbarui dan disinkronkan dengan kabupaten/kota. Verifikasi data dilakukan untuk menjamin tidak ada anak yang terlewat.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Umum, Voli, Jawa Barat
wwwwww