Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
9 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
12 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
17 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
4
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
6 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
7 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
11 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Jokowi Tak Punya Nyali Ambil Alih PDI Perjuangan dari Megawati

Jokowi Tak Punya Nyali Ambil Alih PDI Perjuangan dari Megawati
Prside Jokoi dan Megawati alam suatu kesempatan. (Foto: Antara)
Selasa, 07 September 2021 17:15 WIB

JAKARTA - Presiden Joko Widodo dinilai tak bernyali untuk mengambil alih Partai PDI Perjuangan, kendati dianggap menjadi calon paling kuat untuk menjadi Ketua Umum menggantikan Megawati Soekarnoputri.

Demikian antara lain pandangan komunikolog politik Tamil Selvan, soal peluang Jokowi pasca Megawati lengser sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan.

"Kalau secara taktik politik, tentu Jokowi paling berpeluang sebagai kandidat Ketua Umum PDIP. Namun pertanyaannya apakah Jokowi berani? Saya kira tidak," kata Tamil dilansir Gonews.co dariKantor Berita politik RMOL, Selasa sore (7/9).

Ketidakberanian Jokowi ini setidaknya terlihat dan dapat dibuktikan dengan banyaknya loyalis mantan Walikota Solo itu di kubu PDIP yang tidak mendapat posisi jabatan publik karena tidak berkenannya Megawati, contohnya Maruarar Sirait.

"Poin kedua, kita harus paham bahwa kekuatan Jokowi hanya terletak pada exceptabilitas masyarakat, bukan exceptabilitas politik," tandas Tamil.

Sementara itu, lanjut Tamil, di dalam tubuh partai banteng moncong putih juga banyak elit partai yang diuntungkan dengan jargon trah soekarno yang dijadikan sebagai salah satu instrumen magnet suara politik di masyarakat. Oleh karenanya, elit-elit tersebut tidak ingin daya pikat itu hilang.

"Maka saya berhipotesa Jokowi tidak akan maju sebagai calon ketua umum PDIP kecuali memang mendapat restu Megawati untuk posisi tersebut. Kalau untuk tampil dan melawan Megawati, saya kira nyali Jokowi belum sebesar itu," pungkas Tamil.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww