Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
14 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
10 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
3
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
16 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
11 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
22 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
6
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
9 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Jaga Trah Soekarno, Peluang Jokowi Gantikan Mega Lebih Kecil Dibanding Puan atau Prananda

Jaga Trah Soekarno, Peluang Jokowi Gantikan Mega Lebih Kecil Dibanding Puan atau Prananda
Megawati, Prananda dan Puan Maharani dalam kegiatan parai PDIP. (Foto: Antara)
Selasa, 07 September 2021 17:20 WIB

JAKARTA - Regenerasi di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) masih jadi pertanyaan besar di masyarakat.

Khususnya sosok yang paling pas untuk menggantikan Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum. Apakah Joko Widodo, Puan Maharani, atau Prananda Prabowo?

Menurut pandangan pengamat politik Ujang Komarudin, sosok yang berpeluang besar menggantikan Megawati adalah Puan atau Prananda. Bukan Jokowi.

"Kemungkinan bukan Jokowi. Kemungkinan masih sekitar trah Soekarno. Bisa Puan atau juga Prananda. Tergantung dari Megawati sendiri, akan diberikan ke siapa," kata Ujang, Selasa (7/9/2021).

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini berpendapat, jika Jokowi yang menggantikan Megawati maka trah Soekarno di PDIP akan lenyap.

"Kalau ke Jokowi. Nanti trah Soekarno akan habis. Tak akan berkuasa lagi di PDIP. Kalau ke Puan itu, PDIP sedikit goyang di internal. Karena Puan tak sekuat Megawati,” jelasnya.

Dia menambahkan, jika Megawati lengser dari jabatannya, ada kemungkinan PDIP akan pecah kubu. Yakni kubu trah Soekarno dan kubu Jokowi. "Pasca-Megawati, bisa saja PDIP pecah. Itu mungkin saja terjadi," tutupnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:RMOL.id
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww