Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
22 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
16 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
16 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
4
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
15 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
16 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
15 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Karakter Kebangsaan Bisa Menjadi Tameng Hadapi Pandemi

Karakter Kebangsaan Bisa Menjadi Tameng Hadapi Pandemi
Wakil Ketua MPR Dr. Lestari Moerdijat, dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR melalui siaran virtual di Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (9/9/2021).
Kamis, 09 September 2021 19:46 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Karakter dan nilai-nilai kebangsaan yang kita miliki saat ini mampu menjadi tameng bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan dan membawa kita keluar dari krisis multidimensi akibat pandemi Covid-19.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua MPR Dr. Lestari Moerdijat, dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR di Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (9/9/2021).

"Dalam konteks solidaritas nasional, kita memiliki konsensus kebangsaan sebagai pondasi untuk menjaga kehidupan kebangsaan dan menjadi jalan keluar dari setiap masalah bangsa," katanya. 

Turut berbicara dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR itu Amelia Anggraini (Ketua DPP NasDem Bidang Perempuan dan Anak, dr. Faiz Alaudien Reza Mardhika (anggota Departemen Kesehatan DPP Partai NasDem), mahasiswa dan tokoh masyarakat se-Kabupaten Kebumen.

Lestari Moerdijat mengungkapkan pandemi Covid-19 di Indonesia mulai menurun setelah mencapai puncak pada Juli 2021.

"Sekarang sudah terjadi penurunan drastis. Kita mampu menurunkan angka secara signifikan," kata Rerie, sapaan akrab Lestari Moerdijat, saat menyampaikan sosialisasi secara virtual itu.

Mengutip hasil sebuah survei, Rerie menyebutkan mayoritas responden dalam survei itu memahami bahwa pandemi bukanlah ancaman kesehatan semata. Pandemi ini bisa berujung pada problem sosial yang pada gilirannya menjadi ancaman pada stabilitas nasional.

"Pandemi bukan hanya mengacaukan tapi memporakporandakan kehidupan kita. Lalu dimana konsensus kebangsaan di masa pandemi ini? Dari survei yang sama ditemukan ada kepercayaan dan keyakinan, bahwa ada nilai-nilai yang sudah kita miliki dan nilai-nilai itu bisa menjadi tameng untuk menghadapi pandemi," papar Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Nasdem ini.

Rerie menggarisbawahi gotong-royong sebagai nilai dasar ideologi kebangsaan yang perlu diperkuat.

Dia mencontohkan program Jogo Tonggo yang diterapkan pemerintah daerah Jawa Tengah. Dalam program ini, setiap warga ikut menjaga tetangganya. Apabila setiap rumah saling menjaga, ujarnya, maka komunitas itu bisa terlindungi.

"Inilah semangat solidaritas dan kolaborasi yang kemudian memberikan proteksi bagi seluruh masyarakat berbasis gotong royong untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Program Jogo Tonggo ini cukup berhasil," katanya.

Bukan hanya gotong royong, Rerie juga menyebut nilai dan karakter pokok kebangsaan lainnya seperti karakter relijius, mandiri, toleransi, saling menghormati, memiliki rasa kebersamaan, rasa persatuan, peduli dalam bermasyarakat, memiliki moral dan akhlak yang dilandasi nilai-nilai agama. "Karakter kebangsaan ini juga menjadi tameng untuk berhadapan dan membawa kita keluar dari pandemi Covid-19," tuturnya.

Karakter dan nilai kebangsaan dalam konsensus kebangsaan, lanjut Rerie, merupakan pondasi menjaga kehidupan bangsa dan menjadi jalan keluar dari setiap masalah.
"Sebagai bangsa yang besar dan bermartabat, maka keragaman, gotong royong, dan saling menjaga merupakan kunci persatuan," ucapnya.***

wwwwww