Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
16 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
16 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
16 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
16 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
16 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
16 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Ketua MPR RI Bangga, Tuksedo Studio Bali Produksi Mobil Sport Klasik Karya Anak Bangsa

Ketua MPR RI Bangga, Tuksedo Studio Bali Produksi Mobil Sport Klasik Karya Anak Bangsa
Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo saat berkinjung ke Tuksedo Studio Bali. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 11 September 2021 19:14 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
BALI - Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo mengapresiasi peningkatan progres Tuksedo Studio Bali sebagai salah satu pusat produksi berbagai kendaraan klasik di Indonesia.

Bagi para pecinta otomotif, kendaraan klasik punya pesona tersendiri. Tidak mudah mendapatkanya, selain tak diproduksi lagi oleh pabrikan aslinya, jumlahnya yang terbatas juga sudah dimiliki berbagai kolektor. Sehingga untuk mendapatkannya, harus menyiapkan dana yang tidak sedikit.

"Mengusung 'Welcome to the place where science and art break even', kehadiran Tuksedo Studio Bali bisa menjadi jawaban bagi para pecinta kendaraan klasik untuk memiliki kendaraan klasik impiannya. Mereka mampu memproduksi dari nol, dari mulai menyiapkan sasis hingga body. Hasil pengerjaannya pun tidak kalah dibandingkan produk aslinya. Kesan elegannya tetap terasa, seperti memiliki kendaraan aslinya," ujar Bamsoet saat kembali berkunjung ke Tuksedo Studio Bali di Kawasan Gianyar, Bali, Sabtu (11/9/21).

Turut hadir antara lain Owner Tuksedo Studio Bali Puji Handoko dan Lili Mardianto serta General Marketing Tuksedo Studio Bali Djoko Iman Santoso. Hadir pula pengurus IMI Pusat, antara lain Sekretaris Jenderal dan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni, Hubungan Antar Lembaga Andrys Ronaldi, serta Komisi Sosial George Alexander dan Aris Birawa.

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, berbagai kendaraan klasik yang sudah diproduksi Tuksedo Studio Bali antara lain, Porsche 356 Speedster (1957), Porsche 356 A Coupe (1955-1959), Porsche 550 Spyder (1953-1956), Mercedes Benz 300 SL Gullwing (1954 1957). Kemudian Toyota 2000 GT 1968 (1967-1970), Jaguar XK 120 (1948-1954), Ferrari 250 GTO (1962-1964), hingga Maserati 450S (1956-1958).

"Tuksedo Studio Bali juga menjadi tempat bagi para anak-anak muda untuk belajar membuat kendaraan dari nol. Dimulai dari tahap 3D design, rekonstruksi rangka, dan memasang plat alumunium berbobot ringan, hingga tidak melupakan pembangunan aspek estetika dan ergonomi mobil. Melalui Tuksedo Studio Bali, membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia juga bisa meramaikan dunia produksi mobil klasik, yang kini juga sedang digandrungi oleh builder dari berbagai negara,” jelas Bamsoet.

Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan, dan Keamanan KADIN Indonesia ini menerangkan, Tuksedo Studio Bali juga bisa menjadi sport tourism unggulan di Bali. Semakin hari, banyak turis domestik hingga mancanegara yang penasaran ingin melihat seperti apa proses pembuatan kendaraan klasik yang dilakukan orang Indonesia.

"Salah satu karya ikonik Tuksedo Studio yang baru saja diperkenalkan adalah Porsche 356 Speedster, dengan dimensi ukuran wheelbase 2.1000 mm, panjang 3.870mm lebar 152.4mm serta tinggi 1.220mm. Dibentuk dari tempaan aluminium setebal 1,5- 2.5mm. Basic mesin memakai kepunyaan Volkswagen 1.300CC dan Mercedes-Benz 300 SL Gullwing tahun 1957 yang harganya di pasaran dunia mencapai dua juta dolar AS atau hampir Rp 30 miliar. Di Tuksedo Studio Bali, harganya tidak sampai sepersepuluhnya," pungkas Bamsoet.***

wwwwww