Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
13 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
13 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
14 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
15 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
14 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Moeldoko cs Rayakan Hut Demokrat, Wakil Ketua MPR: Arogansi Kekuasaan yang Tak Beradab

Moeldoko cs Rayakan Hut Demokrat, Wakil Ketua MPR: Arogansi Kekuasaan yang Tak Beradab
Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 11 September 2021 14:45 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan menyesalkan sikap Moeldoko beserta gerombolan KLB ilegal Deli Serdang yang masih saja mencatut nama Partai Demokrat dalam memuaskan syahwat dan arogansi politiknya.

Terakhir beredar surat undangan HUT Partai Demokrat yang akan dilaksanakan oleh rombongan KLB ilegal ini di Hotel JHL Solitaire Gading Serpong, Tangerang pada jum’at malam, 10 September 2021. Apa yang telah dilakukan rombongan KLB ilegal telah merusak tatanan etik demokratis dalam kehidupan politik dan sekaligus mengganggu keamanan di Indonesia.

"Tindakan Moeldoko dan gerombolan KLB ilegal Deli Serdang ini sungguh membuktikan hilangnya etika dan nalar politik beradab. Saya tentu sangat menyesalkan terjadinya dagelan politik yang coba dipertontonkan oleh rombongan KLB ilegal ini. Seharusnya Moeldoko cs merasa malu untuk melakukan manuver yang sangat tidak berkeadaban ini," sesal Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini.

Lebih lanjut politisi senior Partai Demokrat ini berpandangan seharusnya Moeldoko cs mawas diri dan tidak perlu membuat kegaduhan politik. Fokus saja menjalankan tugas negara sebagai Kepala Staf Presiden, apalagi tantangan kehidupan bernegara semakin kompleks di era pandemi.

Ia menilai, Moeldoko tidak memiliki tanggung jawab profesional selaku pembantu presiden dalam menangani wabah covid-19. Ataukah memang Moeldoko hanya bisa menunjukkan arogansi kekuasaan dengan merusak tatanan demokrasi di Indonesia?

"Mencatut nama Prof. Budi Santoso dalam perayaan HUT ilegal tersebut bukanlah tindakan terpuji. Jelas-jelas Prof. Budi Santoso sangat berkeberatan dengan pencatutan ini. Apalagi dalam gelaran perayaan HUT yang diadakan oleh Partai Demokrat di JCC Senayan, Jakarta (Kamis/9 September 2021), Prof. Budi Santoso adalah salah seorang dari 35 'Pejuang Demokrat' yang konsisten menjaga marwah dan kedaulatan partai. Tindakan Moeldoko cs ini sungguh sangat memalukan,"  ungkap Menteri Koperasi dan UKM di era Presiden SBY ini.

Di sisi lain, Presiden Jokowi telah mengucapkan selamat atas gelaran HUT Partai Demokrat yang diadakan di JCC, Jakarta pada kamis, 9 September 2021 tersebut. Presiden Jokowi mengapresiasi kiprah politik Partai Demokrat dalam menjaga perdamaian, persatuan, serta menjadi bagian dalam perjuangan keadilan, kesejahteraan, dan pembangunan berkelanjutan.

Karenanya, apa yang telah dilakukan Moeldoko cs ini sangat sulit diterima akal sehat. Jika memang Moeldoko masih merasa sebagai pembantu presiden, seharusnya kata Syarief, harus segaris sejalan, tegak lurus dengan sikap konsisten Presiden Jokowi yang mengakui keabsahan Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono.

"Moeldoko harus mencoba belajar lapang dada, mawas diri, tawadhu. Janganlah merasa hebat dan mengobral arogansi. Apalagi sebagai bagian dari pemerintah yang sedang berjuang keras untuk penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi, manuver Moeldoko ini tentu langkah kontraproduktif dalam kehidupan bernegara. Jalankan saja tugas negara dengan baik, demokratis, dan fokus membantu Presiden Jokowi," tutup Syarief.***

wwwwww