Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
11 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
11 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
12 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
13 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Pidato Jokowi di HUT Demokrat Secara Tersurat Mendukung AHY, Bukan Moeldoko

Pidato Jokowi di HUT Demokrat Secara Tersurat Mendukung AHY, Bukan Moeldoko
Presiden Joko Widodo. (Foto: istimewa)
Sabtu, 11 September 2021 14:56 WIB

JAKARTA - Ada hal yang bisa ditangkap saat Presiden Joko Widodo menyampaikan ucapkan selamat kepada Partai Demokrat saat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20. Jokowi mengakui kiprah Partai Demokrat di panggung politik dan terlibat membantu rakyat menghadapi pandemi Covid-19.

Menurut pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga, pernyataan Jokowi secara tersurat memang mengesankan hubungan Jokowi dengan Partai Demokrat baik-baik saja.

Jamil melihat, apresiasi Jokowi mengindikasikan respeknya terhadap partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Respek Jokowi itu menimbulkan spekulasi keberpihakannya kepada Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam konflik di Partai Demokrat. Jokowi terkesan lebih berpihak kepada AHY daripada Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko yang didaulat segelintir orang menjadi Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang," kata Jamiluddin, Sabtu (11/9/20210

Menurut Jamiluddin, spekulasi tersebut sangatlah logis bila dikaitkan dengan pengakuan Menteri Hukum dan HAM kepada AHY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat yang legal. Sebagai perpanjangan tangan presiden, seharusnya Jokowi mengakui, mengamankan, dan menjaga marwah keputusan yang diambil Menteri Hukum dan HAM.

Namun dunia politik, kata Jamiluddin, tidak dapat dicermati dari yang tersurat saja. Hal-hal yang tersirat kerapkali justeru bertolak belakang dengan yang tersurat. Apalagi selama ini publik tidak melihat tindakan Jokowi terhadap Moeldoko yang terlibat dalam KLB Deli Serdang. Bahkan Moeldoko menerima dengan senang hati saat didaulat menjadi ketua umum di KLB Deli Serdang.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww