Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
17 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
17 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
17 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
17 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
17 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
17 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Indonesia Peringkat Wahid Pertumbuhan E-Commerce, Demer Sampaikan Apresiasi

Indonesia Peringkat Wahid Pertumbuhan E-Commerce, Demer Sampaikan Apresiasi
Ilustrasi e-commerce. (gambar: ist./mytotalretail)
Kamis, 16 September 2021 16:06 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Gde Sumarjaya Linggih alias Demer, mengapresiasi perumbuhan e-commerce Indonesia yang berada di nomor satu dunia.

Usai memimpin RDPU Komisi VI DPR RI dengan CEO Tokopedia, William Tanuwijaya, CEO Shopee, Christin Djuarto, CEO Bukalapak, Rachmat Kaimuddin dan CEO Gojekz Kevin Aluwi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (15/9/2021) kemarin, Demer mendorong agar Indonesia bisa jadi pemenang di pentas global industri e-commerce.

"Dengan pertumbuhan e-commerce yang nomor satu di dunia, saya berharap kita bisa menang di industri ini," ujar Demer dikutip GoNEWS.co dari publikasi DPR RI, Kamis.

Di sisi lain, Demer mengingatkan, transaksi e-commerce yang berkembang pesat harus diimbangi dengan adanya pengawasan yang tegas dari pemerintah dalam setiap implementasinya.

"UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, UU Perdagangan dan UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen merupakan acuan bagi setiap pelaku usaha dalam melakukan transaksi perdagangan," pungkas Demer.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Nasional, Kriminal, DKI Jakarta
wwwwww