Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
19 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
19 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
19 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
19 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
19 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
18 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Umum

Politisi PKB: Pancasila Perlu Menjadi Mata Ajar Tersendiri

Politisi PKB: Pancasila Perlu Menjadi Mata Ajar Tersendiri
Ilustrasi pelajar Pancasila. (gambar: ist./video kemendikbudristek)
Kamis, 16 September 2021 15:43 WIB
JAKARTA - Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda mengatakan, agar bisa menjadi nilai yang bisa dipelajari dan dididikkan kepada siswa maka Pancasila harus menjadi mata ajar tersendiri.

"Salah satu cara untuk menjadikan Pancasila sebagai nilai yang bisa dipelajari, dididikkan kepada seluruh peserta didik, adalah menjadikan Pancasila sebagai mata pelajaran utama dan bersifat mandiri tidak digabungkan dengan mata peajaran yang lain," ujar Huda dikutip GoNEWS.co dari Republika, Kamis (16/9/2021).

Selanjutnya, kata Huda, para pendidik harus kreatif dalam melakukan upaya penanaman nilai-nilai Pancasila melalui media pembelajaran yang bersifat efektif. Itu bisa dilakukan dengan berbasis pada teknologi maupun kembali pada seluruh akar tradisi kebudayaan besar yang Indonesia punya.

"Termasuk di dalamnya adalah permainan-permainan tradisional yang betul-betul mencerminkan nilai-nilai Pancasila dan level ini akan memperkuat proses pendidikan untuk jenjang peserta didik mulai dari PAUD, SD, dan seterusnya," jelas politisi PKB itu.

Hal yang juga tak kalah penting adalah praktik untuk mencerminkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Jangan sampai, kata dia, ada suasana seolah penanaman Pancasila baru dilakukan. Dalam konteks penanaman Pancasila itu, kata Huda, yang perlu ditekankan adalah menjaga, melestarikan, dan melanjutkannya.

"Kita tak boleh sibuk terjebak pada urusan yang sifatnya seolah-olah kita baru akan menanamkan nilai-nilai Pancasila. Padahal sesungguhnya nilai-nilai Pancasila sudah hidup dari dulu sampai sekarang, tinggal direaktualisasikan saja," kata dia.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:republika
Kategori:Umum, Nasional, Kriminal, DKI Jakarta
wwwwww