Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
8 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
3
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
7 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
4
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
5 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
10 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Kiko Carneiro Tak Mau Kecolongan Lawan Persita
Sepakbola
8 jam yang lalu
Kiko Carneiro Tak Mau Kecolongan Lawan Persita
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Digital Leadership dan Human Capital Management Bagi Pemuda Berkebutuhan Khusus Perlu Dimaksimalkan

Digital Leadership dan Human Capital Management Bagi Pemuda Berkebutuhan Khusus Perlu Dimaksimalkan
Staf Khusus Menpora, Alia Noorayu Laksono dalam kegiatan Pelatihan Tenaga Pendamping Bagi Pemuda Berkebutuhan Khusus secara virtual, Kamis (23/9/2021). (dok/istimewa)
Kamis, 23 September 2021 21:20 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mendukung inovasi yang harus dilakukan oleh tenaga pendamping dalam mendampingi pemuda yang berkebutuhan khusus. Salah satu yang harus dimiliki yakni digital leadership dan human capital management.

“Digital leader adalah seseorang yang mampu memanfaatkan teknologi informasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Pelatihan digital kepada teman-teman disabilitas dengan kategori khusus perlu untuk dimaksimalkan,” kata Staf Khusus Menpora Bidang Kreativitas dan Inovasi Kaum Milenial, Alia Noorayu Laksono dalam kegiatan Pelatihan Tenaga Pendamping Bagi Pemuda Berkebutuhan Khusus secara virtual, Kamis (23/9/2021).

Sementara itu, human capital management, menurutnya yang meningkatkan intelektual. Kemudian, kemampuan emosional yang baik, serta memberikan nilai moral untuk bisa menjaga situasi ketika berinteraksi.

“Dibeberapa negara penyandang disabilitas telah terkoneksi dengan teknologi seperti teknologi robotik. Inkubasi dan monitoring keahlian kerja harus bisa kita maksimalkan,” ujarnya.

“Digitalisasi membuat semua orang bisa mendapatkan hak kesetaraan yang lebih baik khususnya penyandang disabilitas,” sambungnya.

Selain itu, Stafsus Alia juga melakukan sosialisasi desain besar olahraga nasional, atau yang populer dengan sebutan DBON. Desain besar ini salah satunya menyasar prestasi olahraga dunia melalui pembinaan atlet jangka panjang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi keolahragaan.

“Terwujudnya perkembangan industri olahraga meliputi industri barang, jasa, dan pariwisata yang berkualitas. Kemudian terwujudnya tata kelola pembinaan dan pengembangan olahraga nasional yang modern. Lalu, desain besar olahraga nasional ini juga membahas tentang kebijakan dan strategi untuk atlet disabilitas,” pungkas Stafsus Alia. ***

wwwwww