Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
11 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
10 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
3
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
11 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
4
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
8 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
13 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
8 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  Non Olympic

NOC dan Balai Pustaka Rumuskan Literasi Olahraga Indonesia

NOC dan Balai Pustaka Rumuskan Literasi Olahraga Indonesia
Sekjen NOC Indonesia, Ferry Kono memberi paparan terkait rancangan Literasi Olahraga Indonesia bersama tim dari Balai Pustaka di Kantor NOC Indonesia, Senayan, Jakarta, Kamis (23/09).
Kamis, 23 September 2021 21:01 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA -  Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) dan Balai Pustaka merancang literatur  olahraga Indonesia untuk dapat menjadi legacy serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap Olympic Movement yang menjadi nilai dan semangat Olimpiade.

Sekretaris Jenderal NOC Indonesia, Ferry J Kono masih merahasiakan secara detail proyek tersebut. Namun, secara garis besar naskah ini menggambarkan olahraga Indonesia dari berbagai perspektif, mulai dari tingkat nasional hingga Internasional.

“Literatur olahraga di Indonesia minim sehingga NOC Indonesia merasa perlu menyusun naskah keolahragaan yang diharapkan dapat menjadi legacy,” kata Ferry usai bertemu Direktur Balai Pustaka Dewananda Wardana di Kantor NOC Indonesia, Kamis (23/09).

“Naskah ini tak sekadar mengangkat kajian subjektif semata, tetapi juga berbagai aspek, baik sejarah, Olympic Charter (Piagam Olimpiade), hingga hal-hal lain agar literatur ini dapat menjadi pedoman serta rujukan bagi semua, baik praktisi hingga akademisi.”

Ferry menambahkan literatur yang tengah dirancang bersama Balai Pustaka ini juga akan menjangkau generasi milenial. Hal ini diharapkan dapat memberi gairah bagi generasi muda untuk terjun sebagai atlet. yang nantinya dapat mengharumkan nama bangsa di kancah dunia. Selain itu, lanjut Ferry, literasi ini mampu menjadi upaya NOC Indonesia dalam menanamkan budaya dan nilai-nilai Olimpiade sejak usia dini.

“Seperti apa produknya, kita tunggu saja. Namun, harapan NOC Indonesia adalah ingin membuat anak-anak ini menyukai olahraga. Dari situ, ia akan memiliki keinginan menjadi atlet yang memiliki cita-cita besar, yakni berkompetisi dan naik di podium tertinggi di Olimpiade,” ujar Ferry.

Hal ini, lanjut Ferry, juga akan selaras dengan program NOC Indonesia yakni mengaktifkan National Olympic Academi (NOA). Sebagai informasi, NOA merupakan program kerja sama NOC Indonesia dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang akan mengadopsi dan mengimplementasikan program International Olympic Academy milik Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang terbukti dapat menunjang peforma atlet berbakat serta pelatih berkompetensi di masa depan.

Sementara itu, Dewananda mengatakan Balai Pustaka akan bekerja maksimal dalam membantu merealisasikan legacy yang ingin dibangun NOC Indonesia. “Kami akan membuat project ini dengan ekstra matang dan mengedepan digital mindset sehingga dapat maksimal menjangkau generasi milenial masa kini,” kata Dewananda. ***

wwwwww