Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
20 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
20 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
20 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
20 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
20 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
20 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Ledakan Positif Covid-19 Masih Rawan Terjadi, Disiplin Prokes di Keseharian Harga Mati

Ledakan Positif Covid-19 Masih Rawan Terjadi, Disiplin Prokes di Keseharian Harga Mati
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam suatu kesempatan. (foto: Istimewa)
Jum'at, 24 September 2021 21:31 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat mengatakan, ledakan kasus Covid-19 masih rawan terjadi. Demikian diungkapkan Rerie sapaan akrabnya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/9).

Munculnya klaster-klaster baru dalam penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM) di sejumlah daerah kata Dia, mencerminkan potensi ledakan kasus positif Covid-19 masih rawan terjadi tanpa disiplin protokol kesehatan dan testing, tracing dan treatment (3T).

"Munculnya ribuan klaster baru pada pelaksanaan PTM di sejumlah daerah seharusnya menyadarkan kita semua bahwa ancaman ledakan kasus positif Covid-19 masih sangat besar tanpa kepatuhan penerapan prokes dan 3T dalam keseharian," katanya.

Menurut Lestari, kesadaran akan masih bahayanya Covid-19 harus diimplementasikan dalam bentuk perilaku disiplin memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun, serta tetap masif menjalankan pemeriksaan, pelacakan dan perawatan terhadap masyarakat yang terindikasi terpapar virus korona.

"Masyarakat dan para pemangku kepentingan, juga harus menyadari di masa pandemi ini norma-norma baru dalam kehidupan sehari-hari mengedepankan aspek pengendalian," ujar Rerie.

Dalam berinteraksi pada suatu kegiatan misalnya, tambah Rerie, orang-orang yang terlibat dalam satu altivitas itu harus benar-benar dipastikan bebas dari virus korona lewat upaya pemeriksaan.

Selain itu, ujar anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, dari sisi perlindungan juga harus terkontrol lewat kepastian orang yang berkegiatan di area publik sudah divaksin Covid-19.

"Kepastian bebas virus dan terlindung dari virus, adalah dua persyaratan yang wajib dipenuhi dalam berkegiatan di masa pandemi ini untuk menekan potensi penyebaran virus korona," jelas Rerie.

Rerie sangat berharap peningkatan aktivitas masyarakat di masa pandemi ini diimbangi dengan ketat dan disiplin masyarakat serta para pamangku kepentingan dalam menegakkan protokol kesehatan dan mematuhi sejumlah aturan.

Selalu meningkatkan kewaspadaan saat berkegiatan di area publik, tegasnya, diharapkan mampu menjadi faktor pendorong dalam mempercepat pengendalian Covid-19 dan menekan potensi munculnya gelombang ketiga penyebaran virus korona di tanah air.***

wwwwww