Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
18 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
18 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
18 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
18 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
18 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
17 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Lokakarya Pemanfaatan Biomekanik Olahraga 5 Cabor Unggulan Olimpiade dan Paralimpiade

Lokakarya Pemanfaatan Biomekanik Olahraga 5 Cabor Unggulan Olimpiade dan Paralimpiade
Lokakarya Pemanfaatan Biomekanik Olahraga di Bandung, Jawa Baat, 23-25 September 2021. (Dok. Kemenpora)
Jum'at, 24 September 2021 22:44 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyelenggarakan Lokakarya Pemanfaatan Biomekanik Olahraga untuk Modifikasi Teknis dan Efisiensi Peralatan pada 5 Cabang Olahraga (Cabor) Unggulan Olimpiade dan Paralimpiade yang di gelar di Belviu Hotel Bandung, Jawa Barat, Jawa Barat, 23-25 September 2021.

Kegiatan ini bertujuan untuk mencari solusi bagi upaya mempercepat akselerasi peningkatan prestasi olahraga ke depan. "Kalau akselerasinya cepat, maka pencapaian menjadi cepat.
Ilmu gerak dalam olaharaga inilah yang sangat penting dalam menunjang prestasi olahraga ke depan," ucap Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Chandra Bhakti, Jumat (24/9).

Selain itu, lanjutnya, mempunyai prediksi di kemudian hari. Dengan menganalisis kemampuan gerak atlet, maka akan menghasilkan efektivitas dan efesiensi terhadap pencapaian prestasi atlet tersebut.

Menurutnya, sejak diperkenalkan ke public, Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) merinci peran Sport Science bagi upaya optimalisasi prestasi olahraga nasional.

"Dan Biomekanik adalah salah satu aktualisasi Sport Science tersebut dan ini sejalan dengan semangat penerapan DBON bagi peningkatan prestasi olahraga, Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui Unit Pelaksana Teknis Pusat Pengembangan IPTEK dan Kesehatan Olahraga Nasional (PP ITKON) ," ujarnya.

Labih lanjut ia mengatakan bahwa biomekanik adalah sebuah ilmu yang mempelajari gerakan pada manusia, yang dipengaruhi oleh sistem anatomi, fisiologi, psikologis, mekanis dan sosiokultural.

"Dalam dunia olahraga, biomekanik memiliki peranan penting bagi optimalisasi upaya peningkatan prestasi seorang atlet. Biomekanik mempelajari gerak tubuh manusia untuk lebih efektif dan efisien.
Pelari yang bergerak dengan posisi tubuh tegak tentu akan memperoleh capaian kecepatan waktu yang berbeda dengan berlari dengan posisi tubuh agak condong ke depan," ujar Deputi Chandra.

Ketua PPITKON, Edi Nurinda Suslia yang membuka lokakarya tersebut berharap terjadi learning transformation bagi pelaku di Kemenpora selaku petugas pelayanan dalam rangka pengembangan sport science dengan pengguna sport sicence itu, yaitu pelatih, kemudian institusi daerah terkait: dispora, PB, pelatih, klub olahraga.

Dihadiri tak kurang dari 54 peserta yang terdiri dari perwakilan sentra olahraga, SKO (Sekolah Khusus Olahragawan) Ragunan, Perwakilan Cabang Olahraga Olimpiade dan Paralimpiade (dayung, atletik, bulutangkis, angkat besi, panahan, menembak), perwakilan Kabupaten/Kota Bandung, serta Dispora Kota Bandung. Dan juga beberapa narasumber perwakilan akademisi dari beberapa kampus yang memiliki studi sport science dalam bidang keilmuan Pendidikan Olahraga, seperti UNJ, UPI. ***

wwwwww