Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
15 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
15 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
15 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
15 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
15 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
15 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Voli

Sulteng Didorong Genjot Pertanian dan Perikanan

Sulteng Didorong Genjot Pertanian dan Perikanan
Ilustrasi pertanian. (gambar: antara)
Sabtu, 25 September 2021 10:01 WIB
PALU - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam kunjungannya ke Palu, Jumat (24/9/2021), menyarankan agar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), termasuk kabupaten/kota di wilayah tersebut menggenjot sektor pertanian dan perikanan.

Dalam rilis Pusat Penerangan (Puspen) Kemendagri yang dikutip GoNEWS.co, Sabtu (25/9/2021), Tito menyebut, Gubernur Sulteng telah memiliki konsep untuk menggenjot kedua sektor tersebut. Dirinya juga menanggapi, rencana Gubernur Sulteng untuk memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai bentuk bantuan kepada para petani dan nelayan. Upaya tersebut, kata Mendagri, dinilai penting, sehingga perlu didorong oleh Himpunan Bank Negara (Himbara).

Sementara itu, Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura mengatakan, dirinya telah menandatangani program KUR sebesar Rp5 triliun dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Program tersebut dilakukan untuk membantu sektor pertanian dan perikanan. Supaya program itu dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, dirinya juga telah menggandeng bupati dan wali kota di Provinsi Sulteng.

Rusdy menambahkan, masyarakat perlu mengetahui bahwa berdasarkan ketentuan, pinjaman di bawah Rp100 juta tidak membutuhkan jaminan. Dengan pemahaman itu, masyarakat diharapkan bersedia mengambil pinjaman di bank. "Ini saatnya masyarakat kita diajarkan oleh kita, oleh dinas bagaimana meminjam uang di bank," ujar Rusdy.

Di lain sisi, Rusdy bersyukur meski di tengah pandemi pertumbuhan ekonomi di daerahnya berhasil mencapai angka 15 persen. Pertumbuhan itu, kata dia, sempat ditanyakan Presiden Joko Widodo, terutama terkait dengan faktor penyebabnya. "Saya bilang, untung saya masih punya kelapa, masih punya cokelat, sawit, masih punya pertanian, kita surplus Pak (Presiden) 100 ribu ton beras, itu yang ada, makanya kita juga bikin kerja sama dengan Kaltim," kenang Rusdy, saat menangapi pertanyaan Presiden.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Voli, Sulawesi Tengah
wwwwww